Progres menuju Mobilitas Internasional UMK

Baca Juga

PENA KAMPUS-UMK terus mengembangkan diri dalam upaya menuju mobilitas UMK di dunia internasional. Diantara buktinya, UMK mengikuti program AISEC 2016 atau ASEAN Innovation on Social Sciences Exhibition and Conference adalah program pengembangan pada sektor sosial dan pengetahuan.
Meskipun sama-sama dilaksanakan di Universitas Utara Malaysia, AISEC 2016 berbeda dengan program AUYS 2015. “AISEC 2016 lebih menantang karena peserta tidak hanya menghadiri undangan, namun juga mempresentasikan poster atau paper yang telah dibuat,” tutur Syafii, dosen Pendidikan Bahasa Inggris yang memotivasi siswa agar selalu aktif dalam berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 11-12 Oktober yang meliputi Tours activities and conference.
Dalam berpartisipasi pada AISEC 2016, UMK mengirimkan sebanyak 2 mahasiswa. Anita Afifatuz Zahro, dari Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknik. Anita membuat aplikasi yang bernama “My Blood”. Aplikasi tersebut digunakan oleh tim donor darah untuk mengatur data dari pendonornya. Dan Aji Joyokerto dari Pendidikan Bahasa Inggris FKIP mempresentasikan posternya yang memaparkan kearifan lokal dari Kudus (Filosofi GUSJIGANG) dan tradisi yang rutin dilakukan masyarakat Kudus, seperti Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus.
Konferensi internasional tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa yang sedang menempuh S1, namun juga diikuti oleh mahasiswa S2 serta S3. Profit yang diperoleh UMK dengan mengikuti kegiatan tersebut tentu sangat banyak. Tidak hanya memperluas jaringan UMK pada lintas internasional, namun juga mampu menjadi tolak ukur universitas yang berkualitas.
Setelah program AISEC 2016 usai, UMK juga nantinya menggelar Muria Cultural Program yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Oktober. Dengan biaya nol rupiah, diharapkan para mahasiswa luar negeri tertarik untuk mempelajari secara seksama apa saja yang ada dalam Muria Cultural Program. Target peserta MCP antara lain, berasal dari Arab Saudi, Afghanistan, Thailand, Malaysia, dan lain sebagainya.
Tahun-tahun berikutnya, UMK akan terus ikut serta dalam acara yang sama karena UMK mengikuti “Passage to ASEAN”. Jaringan yang memiliki pertemuan rutin setahun dua kali tersebut, diikuti oleh setidaknya 100 universitas di seluruh ASEAN. Dengan begitu, warga ASEAN dapat mengetahui UMK dan kualitasnya, serta berminat untuk belajar di UMK. (Ulya/Thata/FAKTA)
Powered by Blogger.