Header Ads

Gambar1

Fasbuk, Sendratari Ramayana Versi Mini

Baca Juga

Pena Kampus-Kisah Ramayana tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, utamanya kaum pelajar. Cerita yang mengisahkan percintaan Rama dengan Sinta ini, ditampilkan di FASBuK dalam kemasan sendratari versi mini di Auditorium Universitas Muria Kudus (23/11).
Foto : suasana penampilan Fasbuk  (23/11)/Doc. Peka Online
FASBuK (Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus) yang rutin digelar tiap bulan, November kali ini hadir dengan tema Musik Karawitan dan Sendratari. “Di Kudus jarang sekali anak muda yang suka budaya, utamanya karawitan dan sendratari. Apalagi ini anak sekolah. Perlu kita dukung supaya berkarya,” ujar Arfin ketua FASBuK.
Karawitan Sage Ngudi Laras dan sendratari dari SMA 1 Gebog, tampil sebagai pengisi acara. Tim karawitan tampil dengan jargonnya “Ora Ono Anyar yen Ora Ono Lawas” dibawah asuhan Totok Pamungkas. Sementara sendratari, dilatih oleh Eddy Santoso. Melalui versi mini, sendratari yang ditampilkan setelah pertunjukan wayang ini diberi judul Katresnan Kang Kacidro, yang artinya kebahagiaan yang terluka karena dicuri orang lain. “Jika kita ambil judul sendratari Ramayana, maka akan panjang sekali. Ini versi singkatnya. Sengaja disajikan dalam waktu singkat hanya untuk pembelajaran,” jelas Eddy sang pelatih.
Bersama anak didiknya yang berjumlah sekitar 80 anak, Eddy bermaksud menyampaikan pesan tentang hitam dan putihnya kehidupan melalui sendratari. Ada kebaikan maka adapula keburukan. Ditengah-tengah acara, bocah lincah yang tampil sebagai lakon kera pasukan Anoman mencuri perhatian penonton. Meskipun paling kecil sendiri dan baru pertamakali tampil, namun bocah kelas 5 SD itu mengaku tidak masalah. Ia mengikuti sendratari ini awalnya karena sering diajak melatih oleh Totok, kakaknya yang juga pencipta musik karawitan Tegang. “Saya senang bisa tampil di FASBuK. Seru. Ingin tampil lagi,” kata Damar.
Doc. Peka Online
Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB ini, juga mendapat masukan dari Ketua Wayang Koran Wijaya Kusuma Rusydi yang hadir menyaksikan acara tersebut mengatakan bahwa ada yang kurang pas dengan alurnya, yaitu ketika Anoman menyerang Alengka secara bersama-bersama. “Seharusnya Anoman itu keluar hanya seorang diri,” terangnya. (IN/Masta/Peka Online.)
Powered by Blogger.