CEPATLAH KEMBALI dan PELUKLAH

Baca Juga

Tak kuasa ku melihatnya
Tak ingin ku lihat namun ku melihatnya
Sungguh bahagia tanpa malu
Kesana-kemari kau kipaskan pesona
Dimana tirai yang indah? Kenapa tak kau simpan di hatimu?
Kau adalah kau,  dia adalah dia
Tak perlu kau menjadi dia
Bumi menangis melihatnya dan mataharipun ikut marah
Mentari tak mampu menyinari bumi yang telah lelah dengan cahaya
Cahaya yang berkilau kini mulai redup,  hilang di telan bumi, dan tak tahu kapan akan kembali
Ku pejamkan mata namun bunga yang berterbangan itu tetap  menusuk mataku hingga perih
Bintangpun menjerit kesakitan dan mulai ikut-ikutan meredupkan cahaya
Kemana ku harus mencari pintu gerbang cahaya? Sungguh ku takut dengan kegelapan
Kesana-kemari tak ku temukan cahaya
Aku rindu dengan alunan lagu yang menghidupkan cahaya
Aku rindu dengan tirai yang menutupi bunga di taman
Andaikan tirai yang menutupi bunga di taman tak kusut
Dan bunga memeluk pekebun yang merawatnya
Andaikan bunga berpegang pada akarnya dengan kuat, tak mungkin bunga layu dan berterbangan
Kembalilah bunga yang berterbangan
Peluklah akarmu yang kuat agar kau bisa kuat dan merekah meskipun angin menerpamu



Biodata Singkat Penulis :


Uzlifatul Baehaqi akrab dipanggil Lia, lahir di Brebes pada tanggal 23 September 1998,alamat Dusun Temukerep  Rt 03 Rw 10 kode pos 52262 Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Jauh dari kota kelahiran, sekarang melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Muria Kudus, aktif juga di Lembaga Pers Mahasiswa Pena Kampus . Ini adalah alamat emailku uzlifatulbaehaqi1@gmail.com  “Puisi bagiku merupakan tuangan perasaan yang bisa membuatku lega bila telah menulisnya”.Puisi adalah temanku bila ku sedang suka maupun duka.Saya ikut lomba ini agar bisa membantu keuangan keluarga lewat karyaku.Semoga dengan karyaku ini bisa membantu biaya pengobatan ibu dan biaya sekolah adikku.
Powered by Blogger.