Diskusi Sore: Perempuan dan Modernitas

Baca Juga

Pena Kampus-Seperti diberitakan akhir-akhir ini, di Palembang seorang ibu tega menganiaya anak kandungnya yang masih berusia empat tahun sampai meninggal dunia. Sejalan hal tersebut, UKM Jurnalistik mengangkat topik ibu dan modernitas pada Dlesor (Diskusi Lesehan Sore), jumat sore (23/12).
Foto: Suasana Dlesor (Diskusi Lesehan Sore)./Doc.Peka Online 

Melalui moderator Dewi Lestari, diskusi dibuka sekitar pukul 16.00 WIB di taman gedung J Universitas Muria Kudus. Ibu selayaknya ibu untuk anak-anak dan istri bagi suaminya, maka memiliki dua hal yang tak terpisahkan yaitu asuh dan asih. Asih yang berarti mengasuh anak juga keluarga, dan asih yang berarti kasih dan ungkapan rasa sayang. Apabila keduanya dipadukan, maka kasus kekerasan yang sering terjadi terkesan miris.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu peserta diskusi,“Bila seorang ibu melakukan kekerasan kepada anak kandungnya, ia tidak bisa dibilang ibu. Walaupun penyebabnya berasal dari tekanan dari dalam dirinya maupun lingkungan yang ada di sekitarnya,ujar Ruri.
Banyak faktor yang melatarbelakangi meningkatnya kasus kekerasan ibu kepada anak kandungnya. Seperti psikis, ekonomi, karir, sampai pada ketidakharmonisan keluarga. Kelelahan lepas bekerja, emosi karena bertengkar dalam keluarga, dapat menyebabkan anak menjadi pelampiasan apabila kehilangan kontrol diri.
Akan tetapi pendapat lain datang dari mahasiswa fakultas teknik, yang memandang arti kekerasan kepada anak dalam konteks positif. “Ada kalanya kekerasan sah-sah saja dilakukan kepada anak. Akan tetapi, tetap dalam batas wajar. Tidak menciderai anak, dan tujuannya untuk memperbaikan pola perilaku anak,” terang Huda.
Diskusi  juga diisi dengan berbagi pengalaman pribadi, tentang kasih ibu. Rencananya, Dlesor akan menjadi kegiatan rutin setiap bulan, dan dilaksanakan  bertepatan dengan hari-hari tertentu. (DII/IN/Pena Online)
Powered by Blogger.