Header Ads

Gambar1

Pembelajaran Bahasa Korea Pacu Semangat Go Internasional

Baca Juga

Pena Kampus-UMK (Universitas Muria Kudus) melalui Warek IV, dengan KOICA (Korea International Cooperation Agency) bekerjasama program pembelajaran bahasa Korea. KOICA merupakan sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang sosial.
Foto : Peserta antusias mengikuti Pembelajaran Bahasa Korea bersama dengan Miss Lee Misuk. 

KOICA memiliki divisi bernama World Friends Korea (WFK) yang memiliki program untuk menerjunkan relawan ke berbagai negara berkembang, salah satunya Indonesia. KOICA menyediakan bantuan berupa fisik dan non-fisik, berdasarkan pada analisa kebutuhan institusi atau lembaga tersebut. Pada institusi seperti sekolah, KOICA memberikan bantuan berupa pengajar di bidang fashion, pembangunan laboratorium, pelatihan taekwondo, dan lain sebagainya.
UMK memilih pembelajaran bahasa Korea karena dianggap sesuai untuk kebutuhan pengembangan SDM. “Menurut saya, bahasa Korea cukup penting untuk dipelajari,” kata Agung Dwi Nurcahyo, Ka. UPT Bahasa. Budaya Korea tentu sangat populer di kalangan muda mudi saat ini. Mulai dari drama, musik, trend fashion, dan teknologi yang secara tidak langsung juga berdampak pada penggunaan bahasa Korea itu sendiri. Kabar gembiranya adalah SDM di UMK menyambut secara antusias kegiatan tersebut. Terbukti, tak hanya hahasiswa namun staff dan dosen UMK juga mengikuti. Prospek dari sisi bisnis, utamanya untuk membangun karir di sana, juga menjadi motivasi mereka yang mengikuti pembelajaran bahasa Korea.
Selain untuk meningkatkan kompetensi SDM, kerjasama ini pun selaras dengan spirit UMK untuk meningkatkan kredibitas sehingga semakin dikenal dunia. Semangat pengembangan institusi dan memajukan ilmu pengetahuan dapat dilihat dari banyaknya kerjasama antara UMK dengan PTS maupun PTN luar negeri.
Rencananya, pembelajaran bahasa Korea dilakukan selama dua tahun. Satu tahun untuk dasar-dasar bahasa Korea dan tahun kedua untuk tingkat menengah. Besarnya animo warga UMK untuk mengikuti, sekitar 200 pendaftar membuat tahun pertama ini diselenggarakan secara bergelombang. Mengingat hanya melibatkan satu pengajar, yaitu Miss Lee Misuk. Gelombang pertama yang telah berjalan selama 3 pertemuan hingga sekarang diikuti oleh 4 kelas dengan kuota maksimal per kelas sebanyak 40 orang. Pembelajaran dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, serta Kamis.
Di balik antusiasme tersebut, pendaftar harus memenuhi salah satu syarat pendaftaran dengan melampirkan surat pernyataan bersungguh-sungguh untuk mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir. Hal ini diperlukan agar peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan yang ada. Sertifikat sebagai tanda selesainya pembelajaran pun telah disediakan oleh pihak terkait. (Ulya/Masta/FAKTA)
Powered by Blogger.