Terlambat, Benar atau Salah?

Baca Juga

Pena Kampus-Kata terlambat dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang asing, ditambah kita hanyalah manusia biasa jauh dari kata sempurna. Sebagian orang berpikir, terlambat adalah hal yang menyalahi aturan namun, ada pula yang bepikiran hal itu manusiawi.
Ilustrasi : Armi
Sebenarnya, terlambat akan menjadi masalah apabila keterlambatannya itu sudah melebihi batas waktu maksimum. Jika keterlambatan itu masih dalam level kecil, mungkin hal itu bukanlah suatu masalah bagi orang-orang sekitar. Lantas, bagimana jika keterlambatan dosen dalam mengajar mahasiswanya?
Keterlambatan dalam lembaga pendidikan bukanlah hal yang baru, apalagi dalam kegiatan belajar mengajar. Berbagai alasan pun membungkus rapi kata ”terlambatan” menjadi sesuatu yang harus dimakhlumi. Misalnya saja, seorang dosen yang mempunyai banyak tugas, tidak hanya mengajar, tapi juga melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Disamping itu juga, ia harus melaksanakan tugas dan kewajibannya yang lain selain di dunia perkuliahan.
Dalam proses belajar mengajar, bukan hanya waktu yang menjadi prioritas, namun juga bobot materi. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Muhammad Arifin, A.Md, S.Kom, M.Kom., Dosen Logika Matematika progdi Sistem Informasi bahwa sebenarnya waktu pengajaran tidak jadi masalah tapi lebih pada bobot materi yang disampaikan.
“Jika keterlambatan dosen tidak melebihi 15 menit mungkin tidak jadi masalah, tapi jika lebih dari 15 menit itulah yang jadi masalah,” tambah beliau.
Bagi seorang mahasiswa, “dosen terlambat itu bukanlah hal yang baik karena dosen merupakan panutan bagi para mahasiswa,” tutur  Yayang Nur Anggraheni mahasiswa semester satu progdi Sistem Informasi.
Yayang juga mengatakan bahwa jika dosen telat kebanyakan mahasiswa memang senang, tapi mereka yang dirugikan karena tidak mendapatkan materi yang seharusnya..
Lalu, apakah kata “terlambat” sudah menjadi kekeliruan yang dianggap benar? Sebagai kaum intelektual yang kelak memimpin negara ini, haruskah diawali dengan kebiasaan terlambat? Lalu, apa kabar Indonesia untuk masa depan?
Penulis : Ag(mg)
Editor  : Del

Powered by Blogger.