Header Ads

Gambar1

Tiga Kemampuan yang diperlukan di Era Global saat ini

Baca Juga

Pena Kampus - Program Studi Bahasa Inggris kembali mengadakan seminar. Dengan judul “Literate Teachers for 21st Century Learners: Are you literate enough?”, Prof. Dr. Didi Suherdi, M. Ed. Memberi pembahasan mengenai kemampuan literasi agar mampu bersaing di era global.
Foto: Prof. Dr. Didi Suherdi, M. Ed sedang menyampaikan materi./Doc.Peka

Dibuka oleh Dr. Slamet Utomo, M.Pd, Seminar selama 3 jam tersebut membahas kemampuan literasi – mencakup: reading, writing, dan calculate – yang sering dikenal sebagai: baca, tulis, dan hitung. Namun, perlu disadari agar mampu bersaing di era global saat ini, setiap pribadi perlu mengembangkan kemampuan literasi seperti critical reading, assertive writing, and functional arithmetic.
Dicontohkan oleh beliau, tiga hal kemampuan yang diperlukan di era global saat ini. Yang pertama, dahulu seseorang hanya diajari membaca serangkaian kata. Namun, saat ini diperlukan telaah ketika membaca dengan cara bertanya seperti: apa yang saya cari dari buku ini? informasi apa yang akan saya dapatkan dari buku ini ? bukan hanya itu saat kita membaca suatu informasi juga harus berfikir kritis tentang kebenaran berita tersebut.
Kemampuan menulis pun tidak hanya sekedar menulis tapi kita juga harus menulis secara kritis. Kita harus bisa menuliskan ide dan pengalaman kita. Namun saat menulis milik orang lain, kita harus mencantumkan referensi yang terealisasi dari kemampuan mengembangkan ownership karena saat ini plagiarism saat ini sedang menjadi pembicaraan hebat.
Kamampuan literasi tersebut harus ditunjang dengan kemampuan literasi berikutnya, digital literacy, dimana kita harus mampu mengkoreksi, menggabungkan, berkreasi, dan membagikan suatu informasi. Jadi dapat memanfaatkan sosial media untuk membagikan pengalaman, serta ide-ide. Peran guru di abad 21 harus dapat mengelola dan menjadi perwujudan multimodal sekaligus multi semiotic resources. Hal ini menandakan bahwa sumber belajar dapat dilakukan melalui banyak model komunikasi, bukan sekedar simbol makna saja,” kata Didi.
Didi juga menjelaskan bahwa komunikasi tersebut bisa berupa teks, audio, atau visual. Dari perkembangan literasi digital inilah penerapan Learning Management System dapat dilakukan melalui e-learning. Jadi meskipun dosen atau guru tidak dapat hadir di kelas, para mahasiswa atau pelajar dapat tetap menyelesaikan tugas dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Apabjla telat mengakses tugas, maka tugas tersebut tidak dapat diakses lagi dan dianggap bolos kelas. E-Campus berisi informasi tentang kampus, contohnya pembayaran uang semester dan juga berkomunikasi dengan dosen.
 “Ketahuilah bahwa kita rahmatan lilalamin, kita harus layak jadi guru buat semua orang. Kita harus menjadi orang yang kompetitif, selalu belajar, dan bisa jadi guru untuk bangsa manapun. Jadi kita harus menarik untuk mengajak orang lain belajar dengan kita”. Tidak hanya itu saja, beliau mengatakan bahwa sebagai mahasiswa kita harus memperjelas target belajar, memperjelas strategi pencapaian dan istiqomah, dan mengesampingkan perkara yang tidak bermanfaat sehingga perkara tersebut tidak mendominasi,” harap Didi.  (Ayu/Masta/FAKTA)


Powered by Blogger.