Tanda Tangan dan Stempel Palsu, BEM UMK Bantah Bekerjasama Selenggarakan Seminar Enterpreneur dengan IEC

Baca Juga

Pena Kampus-Jumat kemarin (24/02) BEM UMK gelar pertemuan terbuka dengan pihak IEC (Indonesia Enterpreneur Club) Jateng DIY, terkait tanda tangan presiden BEM yang dipalsukan dan stempel BEM UMK yang diduplikat. BEM UMK tak pernah bekerjasama dengan IEC, “awal mulanya kami bekerjasama hanya peminjaman tempat seminar, tetapi karena auditorium dipakai. Maka tidak jadi, kami anggap tidak ada kerjasama lagi,” terang syafiq presiden BEM kepada forum.
Foto : BEM UMK gelar pertemuan terbuka dengan pihak IEC/Peka Online
Akan tetapi, nama BEM UMK tetap dibawa sebagai label kerjasama dari penyelenggaraan acara tersebut tanpa sepengetahuan pengurus BEM. Tanda tangan dan stempel BEM yang tertera Surat-surat, undangan serta proposal seminar Nasional Enterpreneur oleh IEC kesemuanya dinyatakan palsu.
Hal tersebut dipertegas oleh pengacara Yusuf Istanto, bahwa ditemukan tiga tanda tangan berbeda di surat yang berbeda dengan nama yang sama yaitu Syafiq Bulloh Amin presiden BEM UMK. Pengurus BEM juga mengklarifikasi, “kami tidak pernah memberikan scan tanda tangan presiden BEM kepada pihak IEC, juga stempel. Kami tidak pernah memberikannya atau memberikan ijin menduplikat,” terang ayu.
Bertempat di gedung rektorat ruang VIP, pertemuan antara kedua belah pihak menghasilkan jalan damai. Manager IEC Jateng dan DIY mengaku salah dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang terkait.  Pihak IEC Jateng dan DIY juga bersedia mempublikasikan permohonan maafnya lewat Media cetak Tribun Jateng, Suara Merdeka dan Sindo.(Pena Online/ MRX)

Powered by Blogger.