Anita kembali Dipercaya Jadi Mawapres UMK 2017

Baca Juga

Pena Kampus-Mahasiswa program studi Teknologi Informatika, Anita Afifatus Zahro kembali dipercaya menjadi Mawapres UMK untuk kedua kalinya yaitu periode 2016/2017 dan 2017/2018. Menyisihkan sepuluh mahasiswa di grandfinal, ia mengaku tidak begitu masalah. Berbekal percaya diri, ia menampilkan kemampuan terbaiknya di depan dewan juri (01/03).
Foto : peserta PILMAPRES 2017/doc.Peka
Pemilihan Mawapres (mahasiswa berprestasi) UMK tahun ini berbeda dari sebelumnya. Pada tahun 2016  pemilihan mawapres dilakukan secara tertutup, sementara tahun ini diadakan secara terbuka. Calon mawapres yang mendaftar tidak lagi diajukan dari progdi, tetapi setiap mahasiswa bebas mendaftar menjadi calon mawapres. Informasi pendaftaran telah disebar sejak bulan Januari lalu, akan tetapi karena bertepatan dengan masa libur kuliah maka informasi belum bisa tersalurkan dengan baik ke seluruh mahasiswa. 
Melalui pemilihan mawapres secara terbuka, dengan menggelar penjurian yang bebas disaksikan oleh mahasiswa  diharapakan dapat menambah antusias mahasiwa UMK untuk mendaftar menjadi mawapres berikutnya. "Grand final pilmapres terbuka untuk mahasiswa, karena kita tahu selama ini memang animo mahasiswa masih kurang. Dengan acara yang dilakukan secara terbuka, harapannya bisa mengenalkan kepada mahasiswa mengenai mapres. Karena biasanya mahasiswa masih kebingungan mengenai caranya", terang Sularno staff BAAK bagian kemahasiswaan.
Foto : suasana PILMAPRES 2017.doc.Peka

Grandfinal Mawapres di Auditorium UMK kemarin, memutuskan 3 orang pemenang. Diantaranya Anita Afiftus Zahro (TI) sebagai juara 1, Herlina Murya Safitri (PBI) juara 2 dan Adjie Joyo Kerto (PBI) sebagai juara ke 3. Meski tergolong masih semester muda karena diawali ketika duduk di semester 2, tidak menyurutkan langkah gadis berjilbab itu untuk kembali maju menjadi Mawapres UMK tahun ini. Berbagi tips dengan awak pena kampus, Ia mengajak mahasiswa awal untuk tak gentar ikut kompetisi.

 "Untuk mahasiswa - mahasiswa semester awal lebih banyaklah untuk mengikuti workshop atau pelatihan PKM atau KTI. Walaupun belum begitu mahir dalam membuat proposal atau KTI berusahalah untuk tetap membuat. Karena latihan itu penting daripada hanya teori". Ujar Anita. Nantinya mahasiswa berprestasi yang terpilih setingkat universitas, akan adu banding ke tingkat provinsi sampai tingkat nasional. (Pena Online/MRX dkk.)
Powered by Blogger.