Peduli Lingkungan dengan Gerakan Earth Hour yang Mendunia

Baca Juga

Pena Kampus-Pernahkan Anda mendengar Earth Hour Indonesia? Earth Hour Indonesia atau sering disebut peringatan peduli iklim adalah suatu kegiatan untuk mengajak masyawarakat untuk membantu melawan perubahan iklim. Kegiatan Earth Hour dilaksanakan secara global,  berupa mematikan lampu dan alat-alat elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam (20.30-21.30 waktu setempat).
Ilustrasi/Huda
Kegiatan Earth Hour dipelopori oleh organisasi WWF (World Wide Fund Of Nature), Australia sejak tahun 2007 dan  diadakan secara rutin pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran betapa diperlukannya tindakan terhadap perubahan iklim dan pengurangan konsumsi listrik.
Pada mulanya, tahun 2004 WWF Australia mencari inovasi untuk menanggulangi dampak pemanasan global, lalu tercetuslah ide tentang Earth Hour tersebut. Kemudian, WWF Australia bersama agen periklanan Leo Burnett Sydney mengembangkan gagasan bahwa setiap orang bisa berperan untuk menyelamatkan masa depan bumi. Salah satunya dengan konsep pemadaman lampu masal bernama ‘The Big Flick’.
Namun, pada tahun 2006 Leo yang memegang tanggung jawab sebagai pembuat nama kampanye yang mewakili kegiatan tersebut mengubah dari ‘The Big Flick’ menjadi Earth Hour yang diharapkan bisa memperluas arti kampanye tersebut, yang tak hanya mematikan lampu.
Indonesia sendiri mengikuti kampanye ini mulai tahun 2009, yang hanya diikuti oleh ibukota Indonesia yaitu Jakarta. Pada tahun berikutnya terjadi peningkatan yaitu berpartisipasinya kota Bandung dan Yogyakarta. Tahun 2011 partisipan meningkat menjadi 10 kota dan selalu meningkat disetiap tahunnya.
Pemilihan bulan Maret ini sendiri dikarenakan pada bulan ini cuaca di hampir seluruh dunia bersahabat karena peralihan musim. Baik dari musim dingin ke musim semi maupun dari musim hujan ke musim kemarau. Sedangkan pemilihan hari Sabtu dikarenakan akhir pekan dimana hari tersebut digunakan untuk berkumpul dengan keluarga. Jam 20.30-21.30 dipilih karena pada jam ini merupakan saat yang tepat untuk berkumpul maupun berdiskusi santai.
Jangan mengaku peduli lingkungan jika tidak berparisitipasi. Jangan mengaku cinta bumi jika lalai cara menyayanginya. Jadi,  apakah Anda akan berpartisipasi dalam gerakan earth hour yang mendunia ini?

Penulis : Diah, Mega

Editor : Dewi
Powered by Blogger.