Header Ads

Gambar1

“In Memorial” Hari Bank Dunia

Baca Juga

Pena Kampus- 01 April merupakan salah satu hari penting mengenai peringatan atas lembaga dunia yang telah banyak membantu umat manusia dalam mendapatkan kenyamanan, keamanan dalam bentuk bantuan finanasial, hal itu yang mendasari Hari Bank Dunia diperingati setiap 01 April. Untuk itulah wajar jika saat ini telah banyak negera yang mengalami berbagai kemudahan dalam membangun negaranya setelah lama krisis ataupun yang sedang mengalami kondisi tidak nyaman. Hal itu ditetapkan berdasarkan Bank Dunia yang didirikan pada 01 Juli 1944 selama United Nations Monetary and Financial Conference yang berlangsung di Bretton Woods, New Hampshire, AS.
created by : @_mathoril
Bank Dunia terdiri dari lima perpanjangan tangan yang terpisah. Dua dari tangan tersebut merupakan International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) serta the International Development Association (IDA)yang didirikan setelah konferensi yang berlangsung pada 1 Juli–22 Juli 1944 di kota Bretton Woods. Bank Dunia merupakan sebuah lembaga keuangan internasional untuk menangani atau mengatasi masalah-masalah keuangan yang bersifat internasional, baik berupa bantuan pinjaman atau bantuan lainnya. Salah satu tugas Bank Dunia adalah menyediakan pinjaman dengan nilai preferensial kepada negara-negara anggotauntuk program pemberian modal di berbagai bidang, seperti pendidikan, pertanian dan industri. Walau begitu, pinjaman dari Bank Dunia ini tentunya diikuti oleh syarat-syarat yang berlaku dan cenderung merugikan negara peminjam kredit tersebut.

Kilas Balik Berdirinya Bank Dunia
Dahulu, selama puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter. Seorang individu menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk tertentu. Kemudian kelebihan hasil produksi akan ditukarkan dengan kelebihan produksi orang lain.Namun, masalah mulai muncul. Ketika jumlah masyarakat semakin bertambah banyak dan sistem barter ini dirasa tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan adil, maka terbitlah sebuah konsep tentang uang sebagai alat tukar resmi di masyarakat.
Pada awalnya masyarakat memikirkan sebuah alat tukar yang tahan lama dan berharga. Atas alasan tersebut, terpilihlah emas sebagai alat tukar. Tetapi, lama kelamaan emas dianggap kurang efektif karena bobot dan massanya yang tidak kecil. Sehingga terpilihlah uang sebagai alat tukar resmi. Proses pergantian alat tukar ini diawali oleh sebuah lembaga yang menawarkan peminjaman uang kepada masyarakat yang kemudian hari harus dikembalikan disertai sejumlah bunga. Proses ini kemudian kita kenal dengan sebutan sistem hutang.
Tidak butuh waktu lama sampai sistem hutang memunculkan keresahan pada masyarakat. Hal ini disebabkan karena tidak semua kelompok mampu melakukan pengembalian uang yang dipinjamkan, terlebih lagi dengan keharusan membayar bunga. Hutang semakin menumpuk sedangkan tiap individu tetap harus memenuhi kebutuhan hidupnya. Buruknya lagi, permasalahan ini juga dihadapi oleh institusi besar berupa sebuah negara. Negara yang memiliki masalah hutang umumnya adalah negara berkembang dengan sumber daya yang belum tentu mencukupi atau belum dapat dikelola dengan baik. Padahal, negara juga berkewajiban untuk mengurus rakyatnya. Atas dasar ini, dibentuklah lembaga Bank Dunia yang berfungsi membantu negara-negara berkembang ini.

Peran Bank Dunia Bagi Indonesia
Sejak akhir dekade 70-an Indonesia sudah mulai memperoleh pinjaman Bank Dunia yang konvensional atau dengan menggunakan skema IBRD. Berbeda dari periode sebelumnya, pada dekade 80-an, pinjaman uang Bank Dunia terlihat lebih terarah pada masalah deregulasi sektor keuangan, selain masih tetap digunakan bagi pengembangan sektor-sektor sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.
Dana hutang yang diberikan kepada Indonesia, antara lain dalam bentuk hutang proyek dan hutang dana segar. Hutang proyek adalah hutang dalam bentuk fasilitas berbelanja barang dan jasa secara kredit. Namun, sayangnya, hutang ini justru menjadi alat bagi Bank Dunia untuk memasarkan barang dan jasa dari negara-negara pemegang saham utama, seperti Amerika, Inggris, Jepang dan lainnya kepada Indonesia. Untuk hutang dana segar bisa dicairkan bila Indonesia menerima Program Penyesuaian Struktural (SAP). SAP mensyaratkan pemerintah untuk melakukan perubahan kebijakan yang bentuknya, antara lain: swastanisasi (Privatisasi) BUMN dan lembaga-lembaga pendidikan, deregulasi dan pembukaan peluang bagi investor asing untuk memasuki semua sector, pengurangan subsidi kebutuhan-kebutuhan pokok, seperti: beras, listrik, pupuk  dan rokok serta menaikkan tarif telepon dan pos ,menaikkan harga bahan bakar (BBM)
Tugas Bank Dunia yang lain adalah mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan privatisasi dan kebijakan yang memihak pada perusahaan-perusahaan besar. Namun, setiap tindakan biasanya akan memiliki kosekuensi yang memiliki dua sisi yang berlainan seperti baik-buruk, untung-rugi, positif-negatif dan hasil-hasil lainnya. Begitu juga kosekuensi dari kerjasama yang dilakukan Indonesia dengan Bank Dunia. Peranan yang diberikan bank dunia bagi Indonesia dapat berdampak baik atau malah berdampak buruk dikemudian harinya. Dampak negative dari peran bank dunia terlihat dari Besarnya jumlah hutang (yang terus bertambah) membuat pemerintah juga harus terus mengalokasikan dana APBN untuk membayar hutang dan bunganya.
Besarnya beban utang tidak saja menguras sumber-sumber pendapatan negara, tetapi juga mengorbankan kepentingan rakyat berupa pemotongan subsidi dan belanja daerah. oleh Karena itu, meski Bank Dunia memiliki semboyan “working for a world free of poverty”, namun meski telah lebih dari 60 tahun beroperasi di Indonesia, angka kemiskinan masih tetap tinggi.
Kerugian yang diderita Indonesia karena menerima pinjaman dari Bank Dunia dapat terjadi di berbagai bidang, seperti di bidang ekonomi dan politik. Kerugian yang di sebabkan world bank dalam bidang ekonomi yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah kehilangan hasil dari pengilangan minyak dan penambangan mineral (karena diberikan untuk membayar hutang dan karena proses pengilangan dan penambangan itu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan transnational partner Bank Dunia). Kemudian jebakan hutang yang semakin membesar, karena mayoritas hutang diberikan dengan konsesi pembebasan pajak bagi perusahaan-perusahaan AS dan negara donor lainnya. Hutang yang diberikan akhirnya kembali dinikmati negara donor karena Indonesia harus membayar biaya konsultasi kepada para pakar asing, yang sebenarnya bisa dilakukan oleh para ahli Indonesia sendiri. Hutang juga dipakai untuk membiayai penelitian-penelitian yang tidak bermanfaat bagi Indonesia melalui kerjasama-kerjasama dengan lembaga penelitian dan universitas-universitas.
Sedangkan untuk kerugian dalam bidang politik terjadi karena keterikatan pada hutang membuat pemerintah menjadi sangat bergantung kepada Bank Dunia dan mempengaruhi keputusan-keputusan politik yang dibuat pemerintah. Pemerintah harus berkali-kali membuat reformasi hukum yang sesuai dengan kepentingan Bank Dunia.
Bank Dunia sebagai salah satu organ PBB mendapatkan mandat untuk membantu meningkatkan kesejahteraan bangsa-bangsa. Namun Bank Dunia malah memfokuskan operasinya pada penguatan pasar dan keuangan melalui ekspansi ekonomi perusahaan multinasional, dan membiarkan Indonesia selalu berada dalam jeratan hutang tak berkesudahan.
Dari penjelasan di atas dapat kita lihat bahwa bank dunia memegang peranan besar bagi perkembangan perekonomian Indonesia baik dalam pembangunan maupun pasang surut perekonomian nasional. Mulai dari pembangunan masa 1970-an hingga di era reformasi yang menciptakan kebijakan-kebijakan baru, semuanya tidak terlepas dari peran Bank Dunia. Meskipun selalu ada konsekuensi positif dan negatif dari kebijakan yang diambil. (Lady Roem/Tatha/Peka Online)

Referensi :
1.     malahayati.ac.id
2.     math.ui.ac.id

3.     andriyani95.wordpress.com
Powered by Blogger.