Header Ads

Gambar1

Makna 1 April bagi Insan Penyiaran Nasional

Baca Juga

Pena Kampus- Bagi dunia barat 1 April diperingati sebagai Hari April Mop, tapi bagi insan penyiaran Indonesia memiliki arti yang berbeda. Tepatnya pada tanggal 1 April 2010 disahkannya sebagai Hari Penyiaran Nasional di Balaikota Surakarta.
Istimewa
Pengesahan tersebut dilatarbelakangi oleh lahirnya lembaga penyiaran radio pertama di Indonesia yaitu Soloche Radio Vereeiging (SRV) pada tahun 1933. Pendirian radio tersebut diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegoro VII yang merupakan raja Istana Mangkunegaran Surakarta saat itu. Adapun tujuannya adalah untuk mempertahankan semangat kebangsaan dan profesional, serta mampu bersaing dengan stasiun radio milik Pemerintah Hindia Belanda yang telah berdiri sebelumnya.
Maka dari itu, insan penyiaran Indonesia mengusulkan deklarasi bahwa tanggal 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional dan KGPAA Mangkunegoro VII sebagai Bapak Penyiaran Nasional. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh delapan elemen insan penyiaran Indonesia, diantaranya Sasa Djuarsa Sendjaja (Ketua KPI Pusat), Bimo Bayu Nimpuno (RRI), Hendra Budi Rachman (TVRI), Martinus Kermite (PRSSNI), Arief Suditomo (mewakili TV Swasta), Bambang Hoesodo (Radio Komunitas), Paulus Widiyanto (Masyarakat Cipta Media), serta Hari Wiryawan sebagai penggagas acara.
Meskipun, Hari Penyiaran Nasional lahir di kota Surakarta, namun setiap tahunnya diperingati di berbagai kota yang berbeda dari tahun sebelumnya. Rencananya pada tahun ini(2017), Bengkulu mendapat kehormatan sebagai tuan rumah Hari Penyiaran Nasional dan Rakornas KPI.  Dalam Rakornas ini akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur Bengkulu, Dr. H. Ridwan Mukti, MH yang akan menjadi salah satu pembicara, serta seluruh staf anggota KPI dan KPID seluruh Indonesia. Rencananya agenda besar ini akan diadakan di Bengkulu  dengan tujuan  memperkenalkan Bengkulu secara regional dan diharapkan memberikan sinergi  dalam pengembangan sektor pariwisata.
Rakornas ini diharapakan dapat mengarahkan setiap stasiun televisi Indonesia memberikan tayangan yang lebih bermutu dan mengandung nilai pendidikan, serta tidak mengejar ratingnya saja.
(dari berbagai sumber)

Penulis : Mega & Ing
Editor : Dewi Lestari
Powered by Blogger.