Kesakralan 1 Muharram bagi Masyarakat Muslim Jawa

Baca Juga

Pena Kampus- Tanggal 1 Muharram atau biasa disebut Malam Satu Suro merupakan sebuah bulan yang dianggap sakral, baik dilihat dari sudut pandang agama Islam maupun dari sudut pandang budaya Jawa. Bagi masyarakat muslim, Bulan Muharram khususnya tanggal 1 merupakan salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan karena terdapat berbagai kemuliaan di dalam bulan tersebut.
Ilustrasi oleh : Mathoril

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Sudah menjadi tradisi, masyarakat muslim untuk menyambut bulan Muharram akan berbondong-bondong menuju ke masjid melakukan doa bersama. Selain memohon keberkahan kepada Allah SWT, hal ini juga dapat mempererat silaturahmi antar jamaah.

Bagi masyarakat Jawa, bulan Muharram lebih dikenal dengan nama bulan Suro. Karena kesakralannya bulan ini dianggap bulan yang tepat untuk melakukan perenungan, tafakur, dan untuk mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa. Saat malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan berbagai ritual berupa berdiam diri di suatu tempat seperti gunung atau makam orang sakti. Beberapa ritual terkenal di pulau jawa masih dilakukan hingga saat ini diantaranya adalah ritual Telaga Ngebel dan Ritual Batara Kathong di jawa timur, sedekah laut dan kungkunm Tugu Suharto di jawa tengah ritual Maheso Suro dan arak-arakan pusaka mengelilingi keraton di jogjakarta, serta Tradisi Bubur Suro di jawa barat.

(dari berbagai sumber)

Penulis : Mr. Lukman
Powered by Blogger.