RRI “SEKALI DI UDARA TETAP DI UDARA”

Baca Juga

Jas Merah!!!

Jangan sekali-kali melupakan sejarah


Sebuah ungkapan terkenal dari sang proklamator. Nampaknya, pernyataan tersebut harus berulang kali dikumandangkan kepada masyarakat Indonesia, terutama kaum muda. Kita tentu ingat bagaimana cara tokoh mengumandangkan kemerdekaan Indonesia keseluruh negeri bahkan dunia. Lantas bagaimana cara mengabarkan berita baik itu keseluruh pelosok negeri? Tak lain dengan bantuan teknologi. Berbicara tentang teknologi, teknologi apa yang sekiranya telah ada dan memiliki korelasi besar terhadap kemerdekaan negeri ini? Media jurnalistik yang dapat didengar namun tak dapat dibaca, tidak lain adalah radio.

Image by @_mathoril

Radio adalah salah satu teknologi yang dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dalam menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia dan perjuangan pada masa awal kemerdekaan. Radio nasional pertama Indonesia adalah Republik Indonesia (RRI) yang didirikan pada tanggal 11 September 1945. Tujuan utamanya adalah menjadi juru bicara rakyat yang sedang membela kemerdekaan, menegakkan kedaulatan dan mempertahankan Republik Indonesia. Radio Republik Indonesia (RRI) memiliki semboyan yang dipegang teguh sampai hari ini yaitu “Sekali Di Udara Tetap Di Udara”.
Dalam rangka memperingati ke-72 tahun berdiri, Radio Republik Indonesia (RRI) mengusung tema Bersama Dalam Keberagaman. Tiga kalimat yang dipilih memiliki makna dan filosofi yang tinggi untuk bangsa ini dan juga bagi RRI. Tema ini diambil karena merupakan potret bangsa yang kini berupaya memperkokoh pentingnya kebersamaan dalam begitu banyak perbedaan dan keberagaman lainnya. Hari radio tahun ini akan ditandai dengan acara launching 5 (lima) stasiun siaran di perbatasan. Yakni di Miangas (Sulawesi Utara – perbatasan Pilipina), Rote (Nusa Tenggara Timur – perbatasan Australia), Sanggau (Kalimantan Barat–perbatasan Malaysia), Bima (Nusa Tenggara Barat) dan Belitung (Kepulauan Bangka Belitung). RRI menjanjikan informasi bagi masyarakat yang ada diperbatasan dan diluar perbatasan. Hal ini juga sebagai jawaban dari tantangan presiden bahwa di tiap jengkal wilayah NKRI harus ada tanda-tanda negara disana. (Poskotanews.com)
Rangkaian acara dalam rangka memeriahkan ulang tahun RRI ke-72 diantaranya pelaksanaan Bintang Radio Nasional dan Asean di Ambon yang diikuti perwakilan RRI daerah yang lolos dikotanya. Lomba Swara Kencana atau penghargaan untuk karya insan radio. Costum Etnic Fun Run pada tanggal 10 September. Kemudian acara inti pada tanggal 11 September yang dilakukan serentak di RRI seluruh Indonesia, ditandai dengan penyulutan obor Tri Prasetya. Dan rangkaian acara tersebut akan diakhiri dengan konser kebangsaan di Yogyakarta.
Serangkaian acara beserta tema yang diambil bisa menjawab pertanyaan kita diatas. Sejarah RRI memang tidak bisa dilepaskan oleh sejarah perjuangan Indonesia. RRI juga dijadikan sebagai penyatu rakyat Indonesia tidak peduli apakah di kota besar ataupun daerah perbatasan. Sebagai pemersatu bangsa yang selalu menyediakan siaran-siaran berkualitas di Indonesia, membuat RRI akan selalu ada di hati penggemarnya.
Selamat ulang tahun Radio republik Indonesia ke-72 .
“Sekali Di udara tetap di udara”.


(dari berbagai sumber)
(Vivi/Dewi/PEKA)
Powered by Blogger.