72 Tahun PBB Berdiri

Baca Juga

Pena Kampus- PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) atau dalam bahasa inggris UN (United Nations) didirikan setelah Perang Dunia II tepatnya pada tanggal 24 Oktober 1945. Tujuannya adalah untuk mendorong kerjasama internasional dalam berbagai bidang. Pada awal dibentuk PBB memiliki 51 negara anggota, hingga saat ini ada 193 negara anggota, dengan indonesia sebaga anggota ke-60. Latar belakang dibentuknya organisai internasional PBB adalah sebagai pengganti Liga Bangsa Bangsa yang dianggap gagal dalam rangka memelihara perdamaian internasional, dan meningkatkan kerjasama dalam memecahkan masalahekonomi, sosial, dan kemanusiaan internasional, puncaknya adalah terjadinya PD II (Perang Dunia II).

Ilustrasi Oleh Sabik
Pada tanggal 24 Oktober 1945 dilaksanakan ratifikasi Piagam PBB oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan. Mulai saat itu, setiap tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Perserikatan Bangsa Bangsa (bahasa inggris: United Nations Day). Peringatan ini dideklarasikan pada tahun 1947 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hari PBB diperingati untuk memberitahukan kepada masyarakat mengenai tujuan dan pencapaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hari PBB diperingati di seluruh dunia dengan berbagai pertemuan, diskusi, dan eksibisi mengenai pencapaian dan tujuan dari PBB. Pada tahun 1971, Majelis Umum merekomendasikan negara-negara anggota untuk menjadikan hari PBB sebagai hari libur.

Tujuan utama PBB antara lain: (1) menjaga perdamaian dan keamanan dunia, (2) memajukan dan mendorong hubungan persaudaraan antar bangsa melalui penghormatan hak asasi manusia, (3) membina kerjasama internasional dalam pembangunan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan, (4) menjadi pusat penyelarasan segala tindakan bersama terhadap negara yang membahayakan perdamaian dunia, dan (5) menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata.

Lantas di hari jadi yang ke-72 ini sudah berhasilkah PBB dalam menjalankan misinya tersebut? Sepertinya belum sepenuhnya berhasil. Sebut saja, konflik yang terjadi di Aleppo, Suriah, para wanita dan anak-anak tidak berdosa juga menjadi korban dari perang yang  tak  berkesudahan. Gelombang pengungsi dari Sudan Selatan akibat dari perpecahan yang terjadi di ibu kota Juba. Kelaparan di Yaman yang terjadi akibat perang saudara antara pasukan yang loyal terhadap pemerintah dan kelompok houthi. Ribuan anak di Negeria terancam mati kelaparan yang juga akibat konflik berkepanjangan. Ratusan ribu anak di Somaila menderita malnutrisi yang membutuhkan bantuan. Peperangan yang terjadi di Libya, Turki, Afghanistan dan Irak. Kejahatan perang Israel dan pendudukan masjid Al-Aqsa. Kekerasan oleh militer Myanmar terhadap kaum minoritas Muslim Rohingya yang begitu menyayat hati. Mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan puluhan ribu orang harus mengungsi bahkan tak sedikit pula yang meninggal dalam perjalanan ke tempat pengungisan di Bangladesh. Dan mungkin masih banyak lagi konflik yang terjadi di berbagai tempat yang luput dari perhatian.

Semoga di hari jadinya ini, PBB dengan seluruh negara anggotanya segera dapat menyelesaikan konflik-konflik, kekerasan, dan pelanggaran HAM yang terjadi. (Sabik)
Dari berbagai sumber
Powered by Blogger.