Aksesibilitas Lintas Darat, Memajukan Perekonomian Masyarakat

Baca Juga

22 November 2017 diperingati sebagai Hari Perhubungan Darat Nasional, dimana 46 tahun yang lalu yaitu tahun 1971 peringatan tersebut ditetapkan pemerintah untuk menandai pembangunan lintas darat yang digunakan sebagian besar masyarakat Indonesia. Jalur lintas darat meliputi jalan raya, jalur kereta api, jembatan, jalur sepeda hingga jalur khusus bagi pejalan kaki juga fasilitas lainnya yang dikelola pemerintah, termasuk dengan perbaikan dan perawatannya. Melalui peringatan ini diharapkan pembangunan infrastruktur yang memadai dapat segera terealisasikan, sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyaman masyarakat dalam beraktivitas menggunakan transportasi darat, juga diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat indonesia, dimana fasilitas dan infrastruktur lintas darat yang memadai dapat membuka aksesibilitas untuk meningkatkan produktifitas masyarakat juga mobilitas dalam menjalankan perekonomian.

Ilustrasi oleh : Sabik

Mungkin benar jika transportasi tidak selalu tentang transportasi darat, ada transportasi udara yang jauh lebih cepat juga transportasi laut yang dapat membawa banyak muatan sekaligus. Namun bukankah kita tetap harus menggunakan transportasi darat untuk sampai di Bandara dan Pelabuhan? Lantas ditahun 2017 ini dimana persaingan global semakin terbuka, sudahkah jalur lintas darat kita khususnya di daerah-daerah sudah memadai? Perlu perhatian dan komitmen dari perintah pusat maupun otonomi daerah untuk memberikan fasilitas dan infrastrukutur transportasi darat yang memadai, juga dari masyarakat sendiri dengan taat membayar pajak.

Pemerintah bersama PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) berencana akan mengaktifasi kembali jalur rel kereta api peninggalan Belanda di Pulau Jawa yang selama ini tidak berfungsi. Salah satu stasiun yang akan dilewati jalur ini adalah Stasiun Kudus yang telah ditutup dan dialih fungsikan menjadi pasar tradisional yang dikenal dengan Pasar Stasiun Wergu. Namun setelah 31 tahun menjadi pasar, stasiun Kudus dipersiapkan untuk kembali ke fungsi awalnya sebagai stasiun kereta api meskipun wacana ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

Pasar Stasiun Wergu telah ditertibkan dan asetnya diambil kembali oleh PT. KAI menyusul rencana pemerintah untuk mengaktifasi jalur kereta api khusunya di Jawa tengah. Diaktifkannya kembali jalur kereta api ini adalah untuk aksesibiltas antar daerah yang lebih cepat, mobilitas dalam menjalankan perekonomian, mengatasi kemacetan serta menambah lapangan pekerjaan. Dengan demikian diharapkan pembangunan di daerah dapat terlaksana dengan baik dan pada akhirnya memajukan perekonomian masyarakat demi kemajuan bangsa. (Sabik/Ulya/Pena Kampus)
Powered by Blogger.