Khidmatnya Makrab Calon Jurnalis, Dari Teater Pemuda Hingga Shalawatan Gus Azmi

Baca Juga

Pena Kampus- Malam keakraban (makrab) unit kegiatan mahasiswa Jurnalistik divisi penerbitan Pena Kampus, berlangsung meriah dengan beragam pertunjukan seni. Acara makrab ini merupakan puncak rangkaian kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD), yang berlangsung sejak 3-5 November 2017 di Balai desa Rahtawu, Gebog, Kudus. Penampilan dibuka dengan akustik dari anggota pena kampus, dilanjutkan dance, drama, puisi, teater hingga shalawatan gus Azmi (4/11).

Foto: doc. PEKA

Sebanyak 30 peserta tampak antusias menikmati seni yang ditampilkan. Sebelumnya, mereka telah mengikuti latihan yang dibagi dalam  4 sesi yaitu, Manajemen dan organisasi pers, teknik wawancara dan penulisan berita, motivasi penulisan sastra, dan layout. Tidak hanya dari mahasiswa baru UMK, 2 peserta diantaranya ialah mahasiswa STAIN. Setiap mahasiswa saling unjuk kebolehan bakat seninya.
Penampilan yang menyita perhatian penonton salah satunya dari teater obenk, yang mengisahkan kehidupan pemuda sekarang. Sosok pemuda yang tak lagi tercermin dalam sumpah pemuda. Inti cerita, memang sengaja diambil dari peringatan sumpah pemuda yang jatuh di bulan Oktober lalu. Teater dikemas dengan adegan komedi dan tatanan panggung yang mengandalkan pencahayaan lilin semakin menambah daya tarik peserta.
Diakhir acara, penampilan shalawat yang dipopulerkan oleh gus Azmi membuat peserta khidmat dan turut bershalawat bersama. Shalawat yang dilantunkan berjudul Cinta dalam Istikhoroh, Move On, serta Kudus Kota Santri yang dipopuler grup rebana TBS dan Ya Asyiqol Musthofa karya Syekh Ali Assa’adi.
Shalawat dibawakan secara duet oleh  Syifa dan Afif, serta iringan dumbuk atau dikenal dengan tifa oleh  Syifa. "Suaranya sangat merdu, kami juga ikut melantunkan. Terlebih yang shalawatnya gus Azmi karena  saat ini begitu hits khususnya dikalangan perempuan", kata Betha, peserta makrab.

Menanggapi respon positif para peserta lain, Syifa mengaku sangat bangga dapat tampil menghibur setelah lelah mengikuti pelatihan.  "Sebelumnya saya memang pernah menjadi vokalis rebana. Senang dapat menghibur peserta, pelatihan jalan tapi jangan lupa kewajiban dan bershalawat untuk kanjeng nabi Muhammad", terangnya.  (PEKA Online/IN)
Powered by Blogger.