Penguatan Pendidikan Karakter Dibuktikan dalam HUT PGRI Ke-72

Baca Juga

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) merayakan HUT PGRI Ke-72 dan Hari Guru Nasional (HGN) pada Jumat, (24/11). Tema yang diusung pada tahun ini yaitu “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter.”

 Ketetapan dikeluarkannya tema tahun ini terdapat dalam Pedoman Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-72 dan Hari Guru Nasional Tahun 2017 yang dikeluarkan langsung oleh pengurus Besar PGRI Ketua Umum Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. serta Sekretaris Jenderal M. Qudrat Nugraha, Ph.D.

Tepat di hari ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) genap berusia 72 tahun. Usia cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Selama waktu tetap berjalan, banyak pengabdian telah tercurahkan, banyak perjuangan telah dikerjakan. Disamping itu, banyak tantangan dan kendala tak tersampaikan.
Foto : Firda / PEKA

Sebagai bentuk rasa hormat terhadap guru, telah ditetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional (HGN) serta Hari Ulang Tahun PGRI secara serentak. Sejumlah kegiatan telah dirancang pihak sekolah untuk memperingati HUT PGRI. Mulai dari kegiatan upacara serentak dari pihak guru maupun murid, jalan sehat, sepeda santai, senam aerobik, dan berbagai perlombaan lainnya.
Rafi Syahrial Pradipta (9) siswa SD 1 Sadang mengaku senang merayakan HUT PGRI Ke-72 ini. hal yang ia suka, ketika Rafi memberikan bingkisan kecil karya sendiri. Sebuah figura buatan siswa kelas 3 Sekolah Dasar. Rasa apresiasi yang diberikan siswa kepada guru yang ia sayang.
Foto : Firda / PEKA
Sependapat dengan tema PGRI tahun ini. Suyati menuturkan “Tema tahun ini sudah pas. Artinya, etos kerja yang dikembangkan sudah jelas, guru dan murid dapat membentuk karakter dengan baik,” wanita 47 tahun yang sudah mendidik dan berpengalaman mengajar selama 16 tahun tersebut mengaku banyak suka duka dalam menjadi pendidik. 

Profesi guru yang ia laksanakan di SD 2  Sadang menjadikan awal bagi dirinya dalam mengajar. Menjadi pendidik di desa adalah hal yang mengesankan. Banyak aduan yang ia dapatkan dari wali murid dan siswa. Banyak pengalaman hidup yang ia rasakan, yang nantinya akan menjadi pelajaran hidup.  Susah maupun senang dapat Suyati lewati bersama dengan rekan kerja seperjuangan dalam mendidik siswa.

“Tetaplah menjaga keprofesionalan seorang guru. Tetaplah menjaga karakter kepribadian guru. Bekerjalah dalam mendidik siswa dengan hati nurani dan keikhlasan,” pesan Suyati kepada generasi pendidik penerus bangsa. (Firda/Ulya/Pena Kampus)
Powered by Blogger.