Anika Sukses Membawakan Tokoh “Nindya”

Baca Juga

Pena Kampus Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) merupakan forum diskusi tentang sastra dan budaya. FASBuK setiap sebulan sekali menampilkan suatu pertunjukan dengan tema yang berbeda. Pada pertunjukan kali ini adalah monolog dengan judul “NINDYA”. Acara yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini diadakan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pukul 19.30 WIB. Rabu, (29/11).

Foto : Uzlifa / PEKA

Pertunjukan monolog tersebut diangkat dari cerpen karya Alm.Yudhi MS berjudul “Senja Nindya” yang ditulis pada akhir tahun 2013. Tokoh utama dalam cerpen adalah Nindya yang diperankan oleh Anika Nofiyanti. Anika merupakan mahasiswi STAIN yang juga aktif dalam komunitas teater Lingkar Janji di Kudus. Ia juga pernah menjadi sutradara saat duduk di kelas 3 SMA.

"Pertunjukan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan FASBuK kepada Alm.Yudhi MS agar masih tetap eksis dan dieksplorasi oleh pegiat seni muda di Kudus," ungkap Arifin, salah satu anggota FASBuK.  Pertunjukkan monolog ini bercerita tentang kemalangan seorang perempuan yang bernama “Nindya”. “Nindya merupakan seorang wanita berusia 38 tahun yang mencari cinta sejati. Nindya sering berganti-ganti pasangan kekasih tetapi ia masih memikirkan Permadi, mantan kekasihnya. Nindya merasa menyesal dan ingin kembali pada Permadi tetapi ternyata terlambat karena Permadi telah menemukan kekasih lain," jelas Fauzi, selaku pelatih.

Terdapat suatu perbedaan antara teater dan monolog. Perbedaan yang paling terlihat adalah dari jumlah pemain. Dimana teater pemain berjumlah banyak tetapi didalam monolog hanya satu orang yang melakukan pertunjukan. “Di teater, saya membawakan cerita bersama teman-teman dipanggung, sementara di pertunjukan monolog ini saya bisa mengekspresikan diri dan saya sendirian menghadap penonton. Hal tersebut membuat saya agak gugup,” kata Anika saat ditemui tim redaksi pena kampus.


Secara garis besar pertunjukan Nindya dapat menarik minat dari para masyarakat dan tamu undangan. Banyak penonton terpukau oleh pertunjukkan yang dibawakan Anika. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Mafdluhan Tidak hanya kisah “Nindya” yang menarik tamu undangan, tetapi juga pementasan yang memukau dari Anika, pementasan ini perlu dilanjutkan". (Nlm/ Ae/ Del/Pena Kampus)
Powered by Blogger.