Berbakti Sepanjang Hayat

Baca Juga

Pena Kampus- Tahukah kamu? Hari ini, tanggal 22 Desember selain diperingati sebagai Hari Ibu diperingati pula Hari Kowad. Lalu apa sih Kowad itu? Kowad adalah wanita Indonesia yang telah memenuhi beberapa persyaratan sehingga dapat dilantik untuk menjadi prajurit TNI-AD. Kowad merupakan Tentara Perempuan, terdiri dari wanita Indonesia yang telah memenuhi beberapa syarat untuk menjadi prajurit AD. Perempuan yang menjadi prajurit tentu harus tangguh luar  biasa. Hal ini selaras  dengan motto Kowad itu sendiri yang berbunyi Kowad bukan mawar penghias taman tetapi melati pagar bangsa, yang bermakna bahwa '"Kowad bukan sebagai wanita penghias lingkungan kerja tetapi merupakan Prajurit Wanita yang berhati bersih, jujur, mandiri, bertanggung jawab dan menjunjung tinggi kodrat kewanitaanya serta penuh pengabdian kepada Bangsa dan Negara Indonesia".
sab
Kowad disahkan pada tanggal 21 Desember 1960, namun Hari Kowad ditetapkan tanggal 22 Desember. Penetapan ini dimaksudkan karena pada tanggal 22 Desember 1938 dilangsungkan Kongres Wanita Pertama yang dikenal Hari Ibu, karena Hari Ibu adalah kehormatan bagi ibu Indonesia sebagai ibu keluarga, ibu masyarakat dan ibu bangsa, maka lahirnya Kowad diharapkan sebagai kebanggaan kaum ibu.


Lebih dari itu, N. H. Dini dalam novelnya, Kebayoran, menuliskan “Tangan ini menunjuk kota dan bertanya :  apa yang kudapatkan darinya? Hari pagi yang dilumuri aingin laut, cintaku berpupus di mata bapak, ranum merekah di gumaman doa ibu. Inilah yang bergetar merambati nadiku. Kubawa melintasi padang hidup. Menjadi perisai penangkal tenung, memagari hari berkekuatan agung. Tangan ini menunjuk kota dan berkata : aku diberinya hari muda penuh nada. Akan kubawakan aroma dunia kepadanya. Karena ibuku ada di sana.” Penggalan dalam novel tersebut menunjukkan betapa besar peran seorang ibu dalam kehidupan. Di era yang serba canggih ini, sudah seharusnya kita tidak hanya upload foto ibu dan menuliskan status selamat hari ibu. Itu hanyalah omong kosong dan seremonial belaka jika kita tidak dapat melakukan apa apa untuk kebahagiaan ibu kita. Karena orang tua kitalah yang berhak menerima bakti kita, sepanjang hayat. (Tata/Ulya/PeKa Online)
Powered by Blogger.