Cegah Thalassemia dengan Screening!

Baca Juga

Pena Kampus - Korps Sukarela Remaja (KSR) Universitas Muria Kudus yang bekerja sama dengan Rotary Club Kudus dan Rotary Club Srikandi mengadakan Seminar Cegah Thalassemia di Auditorium UMK Senin (18/12). Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada khalayak umum tentang thalassemia dan bagaimana cara mencegahnya. Sebanyak 500 peserta seminar dan 150 peserta yang berkesempatan mendapatkan fasilitas screening gratis. Seminar yang dipandu oleh dr. Luluk Adipratikto dimulai pukul 08.00 WIB berjalan cukup lancar.

Foto : Doc. PEKA

Thalassemia merupakan penyakit dimana umur darah 2 kali lebih pendek dari darah normal. Darah yang seharusnya berusia 120 hari, darah penderita Thalassemia hanya berusia 60 hari. Oleh karena itu penderita harus menerima transfusi darah paling tidak sebanyak 16 kantong. Narasumber Lina Soeratman menjelaskan bahwa thalassemia adalah penyakit kelainan darah bawaan yang menyebabkan sel darah merah tidak berfungsi secara normal. "Maka dari itu, Rotary mengajak masyarakat Indonesia untuk mencegah kelahiran bayi thalassemia mayor. Bisa dengan cara diseminasi/pemasyarakatan, screening, dan konsultasi genetik," ujar Lina.


Narasumber kedua, dr. Afifah Nur Kartika Sari mengungkapkan bahwa bayi penderita Thalassemia mayor sudah bisa terdeteksi pada usia 6 bulan. "Berbeda dengan thalassemia mayor, Thalassemia minor tidak ada gejalanya. Sedangkan thalassemia intermediet kadang timbul gejala, kadang tidak," jelas Afifah. Adapun penderita Thalassemia minor atau trait tampak seperti orang yang sehat dan normal, namun membawa sifat thalassemia yang dapat diturunkan kepada anak-anaknya. Untuk cara pencegahannya yaitu dengan melaksanakan screening sebelum pasangan menikah, dan sebisa mungkin menghindari perkawinan antara minor dengan mayor. (Meyrna/Adelia/Del/Magang)
Powered by Blogger.