Forum DAS Muria merancang desain Desa Hayati

Baca Juga

Pena Kampus - Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) kawasan Muria bersama Dinas Kehutanan Pati mengunjungi beberapa desa yang akan dijadikan model desa hayati. Forum ini beranggotakan dari berbagai kalangan seperti: pemerintah, akademisi, pengusaha, tokoh masyarakat, dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang peduli dengan lingkungan, terutama bagian daerah aliran sungai. Sedangkan desa hayati merupakan beberapa desa yang berada di Gunung Muria yang termasuk sub DAS prioritas dan digunakan sebagai model desa konservasi untuk membantu masyarakat sekitar memanfaatkan potensi sumber daya alam hayati.
Foto : Ayu Diah / PEKA

Desa hayati terdiri dari 7 desa yang berada di sekitar Gunung Muria, yaitu Desa Menawan, Desa Ternadi, Desa Plukaran, Desa Sitiluhur, Desa Jrahi, Desa Tempur dan Desa Bungu. Pemilihan desa-desa tersebut memiliki beberapa pertimbangan seperti memiliki potensi SDA yang baik, SDM yang siap mengelola, termasuk sub DAS prioritas, dan aksesibilitas dari pusat kota yang dekat.

Dalam kunjungan ini, Rabu (20/12) forum DAS berkunjung ke 2 desa hayati yaitu desa Menawan di Kabupaten Kudus dan desa Siti Luhur di Kabupaten Pati. Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui rancangan desain desa hayati serta melengkapi data yang akan diberikan kepada propinsi. Kegiatan ini merupakan usaha perwujudan desa hayati, karena belum adanya aturan perundang-undangan yang mengatur hal tersebut.

“Secara hukum forum DAS sudah dipayungi hukum, namun model desanya belum ditetapkan secara huku,” kata Hendy salah satu anggota forum DAS dan juga wakil dekan di Fakultas Pertanian UMK. “Diharapkan setelah pemerintah memberikan perpu, pemerintah bisa ikut andil dalam pembangunan mewujudkan desa hayati,” tambahnya.

Tujuan pembentukan desa hayati adalah untuk melakukan konservasi, rehabilitasi hutan dan lahan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Rancangan desa hayati juga dapat sebagai model budidaya pertanian terpadu dan berkelanjutan, serta model pelestarian dan usaha tani konservasi serta sebagai model pengelolaan DAS terpadu.

Manfaat dibentuknya desa hayati, agar potensi SDA dapat dimanfaatkan dengan maksimal sehingga mampu menaikan penghasilan daerah sekaligus melestarikan lingkungan di wilayah Muria. Bukan hanya itu, dengan dibentuknya desa hayati diharapkan dapat mengembalikan produksi lahan, serta melakukan perlindungan, pengawetan sumber daya air di wilayah tersebut sehingga mampu memperbaiki ekosistem dan lingkungan. (Ayu/Del/Ulya/PEKA)
Powered by Blogger.