Mahasiswa PGSD UMK Siap Eksekusi Kurikulum 13

Baca Juga

Pena Kampus - HIMA PGSD UMK kembali menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Menuju Titik Terang Implementasi Dan Evaluasi Kurukilum 13”. Kali ini, acara berlangsung di gedung auditorium Universitas Muria Kudus. Kamis, (7/12).
Foto : Luqman / PEKA

Seminar ini tidak hanya diisi oleh narasumber dari luar kampus, akan tetapi mahasiswa yang terpilih juga mengambil bagian yang sama. “Ciri seminar mahasiswa adalah menghadirkan mahasiswa sebagai pembicaranya.” Ungkap Sucipto, selaku Wakil Dekan III saat membuka acara tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk kreatif mencari sekaligus menjadi narasumber yang berkompeten. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai sarana latihan menciptakan kinerja yang lebih baik, imbuhnya.

Adapun mahasiswa yang terpilih untuk menjadi narasumber yaitu Suci Nooryanti dan Abdul Mu’id. Mereka merupakan mahasiswa PGSD UMK yang telah merasakan secara langsung bagaimana implementasi kurikulum 13 di sekolah dasar. Hal tersebut berlangsung saat mereka menjalani PPL pada semester 7 ini.

Untuk menambah ilmu serta wawasan dari dunia luar, tak lupa seminar tersebut juga menghadirkan pakar yang bernama Dr. Aryadi Wijaya dan Kiswati, M.Pd, Instruktur Kurikulum 13. Beliau merupakan pakar pembelajaran matematika.

“Matematika bisa dipandang sebagai ilmu yang abstak,” tutur Aryadi. Beliau menerangkan, jika selama ini matematika dianggap sebagai ilmu pasti dengan contoh 2+3 = 5, maka mulai dari sekarang pola yang demikian itu harus diubah. Dengan  memberikan contoh 5 = .... Hasil dari operasi tersebut memberikan jawaban dengan variasi yang tak terhingga. Misalnya 1+4, 4-1, 500-495, dan sebagainya. Ini merupakan salah satu penerapan kurikulum 13 dalam pelajaran matematika dasar.

Masih banyak lagi berbagai macam materi di sekolah dasar yang perlu diubah sudut pandangnya. Jika mengacu pada kurikulum yang sebelumnya, sistem pendidikan di Indonesia terlalu fokus pada proseduralnya, sehingga mengesampingkan pengetahuan konseptual dan penalaran.

Pada garis besarnya pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum 13 memacu siswa untuk lebih dapat mengolah kemampuan bernalarnya. Dalam buku siswa sendiri, mereka lebih banyak dituntun untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan materi yang sedang mereka pelajari.


“Dengan adanya seminar-seminar semacam demikian dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa khusunya mereka yang berada dalam lingkup pendidikan untuk dapat mengembangkan kurikulum 13 dengan lebih baik lagi,” harap Aryadi di akhir seminar.(Trieka/Del/Peka Online)
Powered by Blogger.