Hari Filateli, Menilik Sejarah yang Belum Mati

Baca Juga


Apa sih yang kalian pikirkan mengenai perangko?

Ya, Filateli atau Philateli. Filateli dapat diartikan sebagai pembebasan terhadap bea pos dengan menggunakan perangko sebagai tiket pengiriman surat oleh pengirim. Namun, saat ini filateli merujuk pada hobi seseorang untuk mengumpulkan perangko dan objek filateli lainnya. Bukan hanya perangko, benda-benda seperti first day cover, souvenir sheet, mini sheet, dan lainnya pun menjadi benda yang dapat dikoleksi. Pada tanggal 29 Maret telah ditetapkan sebagai Hari Filateli Indonesia. Meskipun begitu, belum banyak orang tahu mengenai hari filateli ini.
Ilustrasi oleh : Galih

Perangko pertama kali digunakan di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda, tanggal 1 April 1864. Dengan gambar perangko adalah Raja Willem III ( Raja Belanda yang menjabat kala itu). Pada awalnya penggunaan dan pengoleksian perangko hanya terbatas di kalangan Belanda saja. Pada perkembangannya, kaum bumi putera mulai mengenal filateli hingga kemudian dibentuklah perkumpulan filateli bernama Vereniging van Postzegelverzamelaar in Nedherlands Indie (VPNI). Perkumpulan filateli Indonesia mengalami pasang surut karena kondisi penjajahan serta perjuangan merebut kemerdekaan.

Seiringi berjalannya waktu, kegiatan surat menyurat melalui pos ditinggalkan. Kecanggihan teknologi sebagai faktor utamanya. Lebih cepatnya jaringan telepon dan koneksi internet untuk menyampaikan pesan menjadi salah satu faktor surat ditinggalkan. Akibatnya penjualan perangko pun menurun drastis. Banyak pendapat bahwa kegiatan mengumpulkan perangko adalah hal kuno dan membosankan. Pada kenyataannya, masih banyak filatelis yang perduli dengan hobi tersebut dan kompetisi filatelis sering diadakan untuk menunjukkan bahwa filateli belum mati. (Lev/magang/Del/Peka Online)

Powered by Blogger.