Hari Kartini, Hari Peringatan untuk Wanita

Baca Juga


Pena Kampus - Siapa yang tidak tahu Raden Ajeng Kartini. Beliau adalah tokoh yang memperjuangkan hak wanita pada masanya. Pada masa itu  wanita di negeri belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal, mereka belum diijinkan memperoleh pendidikan yang tinggi seperti para pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri dan sebagainya.  Kartini yang merasa risih dengan keadaan tersebut akhirnya mendirikan sekolah khusus gadis di sekitar daerah tempat tinggal yaitu Jepara dan Rembang, disekolah terebut Kartini mengajarkan menyulam, menjahit, memasak, dan sebagiannya. Bahkan demi cita-citanya untuk memberikan hak kepada wanita ini Kartini berencana untuk melanjutkan Sekolah Guru di Negeri Belanda agar beliau bisa menjadi seorang pendidik yang baik. Beasiswa dari pemerintah Belanda pun telah didapatkan, akan tetapi hal itu tidak dapat terwujud karena larangan orang tua, guna mencegah kepergiannya orang tua Kartini menikahkan Kartini dengan Bupati Rembang Raden Adipati Djoyodiningrat. Walapun Kartini sudah menikah hal itu tidak menjadi halangan bagi Kartini, setelah menikah Kartini mendirikan sekolah khusus perempuan di Rembang. Sekarang wanita perlu bersusah susah untuk mendapatkan pendidikan, tapi perempuan sekarang bisa mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki dan dapat ikut serta dalam tugas yang dikerjakan laki-laki.

RA Kartini lahir ditanggal 21 April 1879, RA Kartini lahir di Jepara, Kartini lahir dari keluarga bangsawan yang taat pada adat istiadat. RA Kartini adalah seseorang yang gemar membaca buku, hal itulah yang membuatnya dapat berpikir kritis dan membuat keinginan untuk menyetarakan kedudukan wanita dengan laki-laki di Indonesia agar tidak tertindas oleh keadaan.
Pada masa itu wanita didiskriminasi dan sama sekali tidak mempunyai ruang gerak untuk mengeksplorasi diri, sehingga wanita sulit sekali untuk menuangkan ide-ide untuk berkarya. Karena hal itulah RA Kartini bertekad untuk merebut hak-hak wanita yang direnggut paksa oleh adat istiadat.

Saat ini wanita tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan pendidikan, mudah menuangkan ide-idenya dan yang jelas lebih gampang dibandingkan pada masa RA Kartini. Tapi apakah perjuangan RA Kartini saat ini dimanfaatkan dengan baik oleh para wanita jaman sekarang? “Habis Gelap Terbitlah Terang” buktikan bahwa wanita pantas mendapatkan pendidikan, jangan sia-sia kan perjuangan RA Kartini, tetaplah berkarya.


Penulis: Magang/Nana



Powered by Blogger.