Preventif Menanggulangi Bencana

Baca Juga

Pena Kampus - Diperingatinya Hari Kesiapsiagaan Bencana setiap tanggal 26 April bukan tanpa alasan. Hal ini didasarkan pada UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
(jidunk)

Merujuk pada kebiasaan masyarakat yang kerap bersikap kurang responsif terhadap terjadinya bencana. Sikap kurang responsif yang dimaksud adalah sikap yang terlambat menyadari atau menunjukkan responnya ketika bencana telah terjadi. Sehingga kerusakan, kerugian, bahkan korban tidak bisa diminimalisir. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai penanggulangan bencana memang harus dilakukan.

Indonesia sendiri merupakan negara yang sering terkena bencana. Berada di area Ring of Fire dan juga menjadi pertemuan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik menjadi penyebab Indonesia sering terkena dampak negatif dari aktivitas vulkanik dan gempa bumi. Menurut data BNPB dari tahun 2013 hingga 2017 Indonesia mengalami peningkatan terjadinya bencana, terutama banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Berdasarkan data dari tahun 2017 merupakan tahun terparah terjadinya bencaba dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.

Mengubah masyarakat agar bersikap preventif untuk mencegah terjadinya bencana merupakan agenda yang harus terus digalakkan. Melalui kegiatan sosialiasi baik melalui media online maupun secara langsung, mengadakan latihan dan simulasi jika terjadi bencana. Diharapkan kesadaran masyarakat akan tindakan preventif terhadap bencana akan meningkat. (Lev/Del)
(Dari berbagai sumber)
Powered by Blogger.