May Day Is Not Holiday

Baca Juga

Pena Kampus - Hari Buruh Internasional pada tanggal 1 Mei diperingati oleh beberapa negara di dunia termasuk Indonesia. Mengapa bisa ada hari buruh?


Peringatan Hari Buruh atau May Day tidak luput dari peristiwa demonstrasi para buruh di luar negeri. Di Amerika Serikat misalnya, tahun 1886 para buruh mengadakan demonstrasi besar-besaran menuntut pengurangan jam kerja dari 20 jam menjadi 8 jam. Demonstrasi tersebut berakhir dengan penembakan polisi terhadap para buruh, serta hukuman mati yang dijatuhkan kepada para pemimpin demonstran. Kongres Sosialis Dunia memperingati peristiwa tersebut dengan menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.

Pada masa Orde Baru, May Day sempat tidak diperingati di Indonesia karena dianggap berkenaan dengan paham komunis. Di mana pada saat itu, paham komunis menjadi sorotan karena peristiwa G 30 S/PKI. May Day ditetapkan menjadi hari libur nasional pada tahun 2014.

Namun, dengan adanya hari libur nasional untuk memperingati hari buruh telah mengubah paradigma sebagian masyarakat, khususnya para pelajar. Bahwa hari buruh identik dengan hari libur dan bersenang-senang, bebas dari segala rutinitas yang melelahkan. Ada pula usulan peringatan May Day supaya dikemas dengan fun dan menarik, tidak demo dan memicu kerusuhan. Pada dasarnya, peringatan hari buruh diadakan untuk menuntut pemerintah memenuhi hak para buruh, sekaligus mengenang peristiwa demonstrasi buruh yang memicu korban. Karena itu, May Day is not Holiday, Not Fun Day.

(Lev/Ulya)

Powered by Blogger.