Membaca Buku di Era Internet of Things

Baca Juga


Hari Buku Nasional diperingati tanggal 17 Mei setiap tahunnya. Namun minat baca masyarakat tergolong masih sangat minim. Most Littered Nation in the World 2016 mencatat bahwa minat baca masyarakat Indonesia ada di peringkat 60 dari 61 negara, yakni hanya 0,01 persen saja. Minat baca masyarakat Indonesia berada di tingkat yang lebih rendah daripada Malaysia dan Singapura, yang mana kedua negara tersebut masih satu kawasan dengan Indonesia. Lantas mengapa Indonesia tidak bisa menyaingi kedua negara tersebut?
(Galih)
Perubahan gaya hidup di era Internet of Things saat ini, masyarakat tidak dapat lepas diri dari teknologi. Membaca berita kini tidak perlu susah-susah membuka koran di pagi hari ssambil minum kopi. Dengan membaca berita dari media online menggunakan smartphone, kita dapat membaca berita dimana saja dan kapan saja. Tidak perlu repot membaca buku di dalam transportasi umum, hanya perlu mencari aplikasi buku online untuk membaca. Namun demikian, tidak serta merta kita meninggalkan buku. Karena dengan membaca buku, kita dapat menjaga mata kita dari kepenatan melihat layar(smartphone), dan kita dapat menghargai karya para penulis dengan membeli eksemplar bukunya.

Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia salah satunya disebabkan oleh kurangnya kesadaran orang tua menanamkan minat baca sejak dini kepada anak-anaknya. Membaca hanya dianggap hobi yang kadang bisa ditinggalkan bila ada aktivitas lain. Sebagian masyarakat yang lain menganggap membaca buku pada era internet of things sekarang ini merupakan kegiatan yang tidak kekinian.

Melalui Hari Buku Nasional ini diharapkan minat baca masayarakat Indonesia dapat meningkat. Buku ialah jendela dunia. Dengan buku, kita dapat menengok isi dunia. Selamat Hari Buku Nasional. (Lev/Ulya/Peka Online)

Powered by Blogger.