Wanadri, Organisasi Elit Para Pecinta Alam

Baca Juga


Pena Kampus - Sudahkah kamu mengenal Wanadri? Tepat pada tanggal 16 Mei 2018 kita memperingati hari Wanadri. Wanadri berasal dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri dicetuskan pada 17 Januari 1964 oleh 6 orang pemuda mantan pandu, yang kemudian dikenal sebagai Angkatan Pendiri, yaitu: Harry Hardiman Soebari (FE Unpad - W-001 Pen), Ronny Nurzaman (ITB - W-002 Pen), Bambang Pramono (Unpar,W-003 Pen), Satria Widjaja Somantri (W-004 Pen), Eddy Achmad Fadilah, dan Achmad Hidayat. Dengan bekal visi akan pemuda-pemudi Indonesia yang tangguh, tabah, serta percaya pada kekuatan diri sendiri, Wanadri kemudian diresmikan pada 16 Mei 1964. Bersamaan dengan peresmian itu, dikukuhkan juga angkatan kedua dalam organisasi Wanadri, yakni Angkatan Pelopor.


Slayer oranye dengan lambang 8 mata angin berperisai dan berwarna hijau dan biru dikelilingi warna oranye menjadi kebanggaan tersendiri karena sulitnya mendapatkannya.
Dari ratusan peminat, sekian yang gugur dalam seleksi, sekian yang gugur dalam pendidikan dasar, dan sekian yang tidak sempat menjalankan program, maka hanya sekian saja yang kemudian menjadi aktivis Wanadri.  Namun demikian, tetap saja, setiap 2 tahun sekali penerimaan anggota baru, selalu membludak peminatnya. Menjadi seorang pencinta alam memang penuh resiko. Kita harus selalu siap sedia dalam melawan apa yang terjadi di alam seperti terdapat 120 pendaki saat Gunung Merapi meletus pada 11 Mei 2018.
Pada dasarnya, Wanadri adalah kumpulan sekelompok orang yang mencintai kehidupan di alam bebas. Organisasi Wanadri yang dapat dipandang sebagai suatu “Masyarakat  Wanadri” adalah organisasi yang memiliki aturan dan norma yang khas, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang senantiasa berlaku dan dihormati oleh anggotanya.
Namun, dalam kenyataannya di dunia pecinta alam di Indonesia Wanadri dipandang sebagai organisasi yang paling “bergengsi” yang paling sulit dimasuki karena tingginya standar yng diperlukan, mulai dari seleksi (kesehatan, psikologi, fisik, dan pengetahuaan). Beratnya medan latihan pendidikan dasarnya, hingga 1 bulan penuh di alam bebas bertahan dengan cuaca panas maupun dingin. Selain itu terdapat juga pendidikan ala – ala semi militer, long march puluhan kilometer menyusuri rawa. Belum lagi dengan urusan kaki yang “rusak” bersepatu militer serta mengangkat beban carrier seberat hampir 20 kg, dan program ini memakan waktu selama 1-2 tahun hingga bisa memperoleh nomor pokok anggota. (Adel)

Powered by Blogger.