Belajar Sikap Terpuji di Dalam Bulan yang Suci

Baca Juga

Bulan suci Ramadhan, bulan selalu dinanti oleh umat muslim. Bulan yang penuh rahmat. Datangnya bulan ini membawa banyak keberkahan, seperti amal kebaikan yang akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Bulan dimana hati menjadi sejuk. Dengan pengalaman bulan suci yang penuh berkah ini belajar yang lebih baik dan menjadikan pribadi yang berakhlakul karimah sangatlah penting. Seperti yang tertulis dalam hadis yang menerangkan tentang orang yang terbaik adalah adalah orang yang memiliki akhlak terpuji.
Doc : Pribadi

إنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقا
Artinya : Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya. (HR. Ahmad)
      Banyaknya generasi muda sekarang melakukan hal-hal yang kurang berfaedah. Membuat diri masih tertanam sifat egois. Banyak mementingkan diri sendiri. Hal ini merupakan salah satu faktor untuk membuat akhlaknya rendah.
      Di dalam zaman yang semakin maju ini, sebenarnya masih banyak sekali kegiatan-kegiatan untuk memperbaiki sikap terpuji selain berpuasa. Di saat menjalankan ibadah puasa  bisa mengajarkan kita untuk mengendalikan diri. Tapi tidak banyak generasi muda sekarang memanfaatkan kegiatan untuk memperbaiki sikap terpujinya. Padahal berperilaku terpuji dan mempertebal akhlak itu bukanlah sesuatu yang sungkar. Dapat dimulai dengan hal yang kecil. Keberkahan di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan. 
      Seperti tadharus Al-Qur’an yang dilakukan pada bulan yang suci ini pahalanya akan di lipat gandakan oleh Allah. Selain itu, hati menjadi tenang, pikiran menjadi adem, hidup terasa enteng dan damai. Karena dalam Al-Qur’an juga sebagai obat hati dan untuk mempertebal keimanan kita dan sebagai doa-doa yang kita minta.
      Selain tadharus, bershodaqoh juga merupakan hal yang baik untuk memperbaiki akhlak kita. Allah juga akan benar-benar memuliakan orang yang bershodaqoh. Dari bershodaqoh dosa kita dapat terhapuskan. Dengan bershodaqoh kita bisa menyadari kesalahan kita dan membuka pintu taubat untuk kita, dan orang yang bershodaqoh itu  dapat ternaungi di dalam hari akhir. Bershodaqoh akan menyadarkan kita bahwa betapa beruntungnya kita bisa seperti sekarang dan kita bisa tahu bahwa ada orang yang kekurangan di bawah kita. Apalagi bershodaqoh yang dilakukan pada bulan ramadhan bulan yang suci ini akan lebih indah karena jika kita bershodaqoh itu sebagai penabur kebaikan dan kebahagian bagi manusia sendiri sungguh bahagianya ketika kita menaburkan kebahagiaan di bulan yang di rahmati oleh Allah SWT. 
      Tapi mirisnya sekarang generasi muda kurangnya pengetahuan tentang shodaqoh. Tanpa disadari zaman sekarang lebih banyaknya mementingkan diri sendiri. Jarangnya orang memikirkan keadaan orang lain yang sebenarnya itu merupakan saudara kita. Pada dasarnya shodaqoh bukan lah mengurangi harta kita melainkan itu bisa menambah harta kita tanpa kita sadari dengan bershodaqoh akan mendekatkan rezeki kita. 
      Kita bisa belajar dari negara Myanmar. Menurut penelitian bahwasanya negara Myanmar adalah negara nomer satu yang jiwa sosialnya tinggi walaupun mayoritas warga Myanmar bukanlah muslim tapi jiwa sosialnya tidak dapat diragukan lagi.
     Hal yang paling sederhana dilakukan ketika saat bulan ramadhan untuk memperbaiki sikap terpuji menjaga perkataan bertutur kata yang halus menjaga mata, mulut dan semua anggota badan dari perbuatan yang di cela oleh syara. Hal ini itu termasuk hal yang paling sederhana tapi jiwa manusia susah untuk mengendalikan itu semua karena manusia masih susah untuk mengendalikan diri mereka.
     Karena budi pekerti yang sangat kuat kaitannya dengan kemaslahatan perorangan atau jamaah. Kejujuran adalah modal besar membenahi dan membina masyarakat dalam menerapkan serta menegakkan aturan-aturannya. Menghias diri dengan kejujuran adalah keutamaan. Melepaskan kejujuran dari diri akan mendatangkan kehinaan. Kejujuran akan membawa kepada keselamatan jiwa. Karena juga seorang muslim adalah orang yang jujur. Dia mencintai kejujuran, menemukannya lahir dan batin dalam ucapan dan perbuatan, karena kejujuran menunjukkan kebaikan, dan kebaikan menunjukkan kepada surga. Apalagi kejujuran yang dilakukan pada bulan ramadhan itu sangat perlu kita jaga, dan itu juga akan dapat membawa berkah. Dan Allah itu paling membenci umatnya tidak jujur kepada sesamanya apalagi pada saat bulan yang penuh ampunan ini.
      Jadi pada dasarnya belajar sikap terpuji sangatlah sederhana apalagi yang dilakukan di bulan puasa itu akan menjadikan bertambahnya berkah dalam diri kita, tapi yang susah untuk dilakukan adalah malasnya diri kita, maka dari itu latihlah diri sendiri untuk melawan ego supaya diri ini mejadi lebih baik di dalam kehidupan.


Penulis : Riska Siti (akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus)


Powered by Blogger.