GONDO WINGIT DIPIMPIN KOMANDAN BARU

Baca Juga


Pena Kampus – Senin (09/07), Resimen Mahasiswa  (MENWA) Batalyon 923 Gondo Wingit adakan serah terima jabatan komandan periode 2018/2019 di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK). Ahmad Amin resmi menjabat sebagai komandan MENWA Batalyon 923 Gondo Wingit usai prosesi serah terima tongkat kepemimpinan dan bandul dari komandan demisioner.
 
 Ahmad Amin (nomor dua dari kiri) resmi menjadi komandan Menwa Gondo Wingit usai serah jabatan dengan komandan demisioner Moh Ustadhun Agus Ardianto (nomor satu dari kiri). (En)
Acara ini dihadiri oleh Rektor UMK beserta jajarannya dan komandan Menwa Mahadipa. Selain itu, Menwa juga mengundang instansi yang pernah bekerjasama seperti Kodim 0722 Kudus, Polres Kudus, dan Pemda Jateng. Unit Kegiatan Mahasiswa dan Organisasi mahasiswa baik dari dalam dan luar kampus turut menghadiri acara tersebut.

            Dalam sambutannya, Suparnyo selaku Rektor UMK berharap MENWA Batalyon 923 Gondo Wingit selaku organisasi tertua di UMK dapat menjadi panutan bagi UKM dan ORMAWA lain di Universitas Muria Kudus dalam hal kedisiplinan, tanggungjawab, prestasi dan akhlak.

            Moh Ustadhun Agus Ardianto selaku komandan demisioner juga menyampaikan harapannya kepada komandan terlantik periode 2018/2019. “Harapan saya, semoga tetap melanjutkan estafet kepemimpinan. Semoga program-program yang sudah direncanakan dapat berjalan lancar dan bisa memajukan menwa khususnya MENWA Batalyon 923 Gondo Wingit dan menwa indonesia pada umumnya” ujar Agus. “Sebagai pemimpin memimpinlah dengan hati,” tambahnya.

Sebelumya pemilihan komandan dilaksanakan pada Sabtu (30/06) di gedung Rektorat lantai empat dengan enam kandidat pemimpin. Pemilihan dilakukan secara demokrasi, Luber dan Jurdil. Hasil akhir pemilihan tersebut dimenangkan oleh Ahmad Amin.

            Komandan terlantik, Ahmad Amin menuturkan kepada reporter Pena Kampus mengenai salah satu program kerja yang ia canangkan di masa jabatannya. “Kedepannya saya ingin membuat kegiatan yang lebih dari sebelumnya. Misalnya seminar nasional tentang wawasan kebangsaan atau bela negara agar mahasiswa lain juga dapat mendapatkan ilmu mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara,” terangnya. (Hilda/del)

Powered by Blogger.