Dampak Rupiah Melemah Terhadap Hasil Panen

Baca Juga



Pena Kampus – Musim kemarau membawa dampak besar terhadap eksistensi penggunaan air bersih di kalangan masyarakat. Intensitas curah hujan menurun drastis, menjadikan area persawahan di beberapa wilayah mengalami kekeringan. Hal ini menjadi salah satu faktor gagal panen dan buruknya kualitas hasil pertanian sehingga harga di pasaran juga menurun.

Ilustrasi oleh : Galih

Sejumlah wilayah di Kota Kudus seperti Undaan, Mejobo, Bae, dan Jati mengalami kekeringan yang diperkirakan akan terjadi sampai bulan Oktober mendatang. Meskipun begitu, pemerintah telah berupaya mengirimkan bantuan berupa pompa air agar para petani tidak terancam gagal panen.
                Selain iklim cuaca, kendala yang paling mungkin dialami para petani ialah dalam hal teknologi alsintan (alat mesin pertanian), dimana sebagian kecil petani lebih memilih bercocok tanam dengan mempertahankan teknologi tradisional. Kenaikan nilai tukar Dolar terhadap rupiah juga turut mempengaruhi hasil pertanian.
Tidak melulu menimbulkan kerugian. Anggapan bahwa hasil pertanian lokal akan semakin diminati masyarakat tetap ada. Barang impor semakin mahal, digadang-gadang dapat memperbaiki ketertarikan terhadap komoditas lokal. Hal ini dikarenakan masyarakat akan berpikir ulang ketika hendak membeli komoditas impor yang harganya naik seiring dengan melemahnya rupiah terhadap dolar. Sehingga mereka akan beralih ke komoditas lokal yang harganya lebih murah.
Kualitas pertanian Indonesia masih belum baik bila dibandingkan dengan negara Thailand dan Vietnam. Padahal menurut kesuburan tanah, Indonesia sangat diuntungkan oleh letak dan kondisi geografis. Pengelolaan tanah dan riset yang lemah menambah deretanpermasalahan pertanian di Indonesia.
                Sektor pertanian merupakan sektor yang menunjang perekonomian di Indonesia. Semangat para petani dalam menggarap sawah dan menjaga tanaman sedemikian rupa agar dapat menjadi penopang kehidupan perlu kita apresiasi. Mengutip kalimat dari Ir. Soekarno ketika tidak menyetujui impor beras dari luar negeri, “Soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa.”
(Lev/Trieka/Peka online)
Powered by Blogger.