SAMBUT MAHASISWA BARU, Berbagai Perlombaan Digelar Di Universitas Muria Kudus

Baca Juga


KUDUS, Peka.ac.id – Menyambut kedatangan Mahasiswa baru Universitas Muria Kudus, Jumat (14/09) hingga Sabtu (15/09), sejumlah perlombaan unik digelar. Berbagai persiapan lomba sudah dilakukan oleh panitia lomba sapamaba 2018. Sehingga pada hari kedua sapamaba sudah dimulai beberapa lomba. Selain untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru, lomba tersebut juga bertujuan untuk menjaring bakat-bakat setiap mahasiswa.
Salah satu LO (Pendamping Mahasiswa Baru) Rena Afida mengatakan, sejumlah perlombaan itu seperti voly, futsal, vokal grup, solo song, desain poster, fotografi, dan comic. Ada juga lomba unik lainnya seperti Tartil Qur’an, debat, Kriya daur ulang bahan bekas, Fun climbing, teater monolog, orientering game, dan Manca Krida. Perlombaan ini bisa diikuti oleh seluruh Mahasiswa Baru yang telah ditunjuk oleh LOnya masing-masing.
“Saya memilih peserta tidak ada persyaratan khusus, sesuai minat dan bakat peserta aja dan tentunya juga lolos seleksi,” ujar Rena melalui wawancara yang kami lakukan, Jum’at siang.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung 14 September 2018 pukul 15.30 WIB sampai 15 September pukul 10.00 WIB. Panitia lomba juga akan mengumumkan peraih juara umum dengan skor terbanyak. Pemenang akan mendapatkan sejumlah hadiah dari Panitia lomba. Acara tersebut mendapat partisipasi yang sangat baik dari mahasiswa baru, dengan antusias mengikuti serangkaian lomba yang diadakan.
“Saya mengikuti lomba karena minat aja kak, sebenernya saya juga nggak tau lomba manca krida itu kayak apa soalnya nggak pernah denger, katanya sih kayak outbound gitu berhubung aku suka ya aku ikut aja,” ujar Elsa salah satu Mahasiswa Baru Universitas Muria Kudus dari Fakultas Teknik Program Studi Sistem Informasi.
Dalam setiap kegiatan lomba pasti ada kendala, baik dari LO sendiri maupun peserta lomba. Namun setiap kendala tersebut harus dihadapi dengan harapan mendapatkan hasil yang maksimal disetiap perlombaan untuk mendapatkan skor sebanyak-banyaknya.
“Kendala yang saya hadapi adalah saat memilih peserta lomba, saya tidak bisa mengenali bakat dari setiap anggota saya, dan akhirnya saya menawarkan untuk siapa saja boleh mengikuti lomba yang tentunya juga harus lolos seleksi, dengan harapan mendapatkan juara umum dengan skor terbanyak,” ujar LO 82 Rena Afida.

(Woeco/Roem/Peka Online)
Powered by Blogger.