Seratus Pedagang Ramaikan Wisuda UMK

Baca Juga

Pena Kampus - Kemeriahan kampus UMK ketika menyelenggarakan acara wisuda ke-61 (17/10) bukan hanya dilihat dari para wisudawan wisudawati beserta keluarga yang hadir. Banyaknya pedagang di sepanjang jalan menuju gedung auditorium turut meramaikan suasana.

Stand pedagang di depan Perpustakaan pusat UMK
                Sebanyak seratus pedagang komunitas Pasar Tiban JBO (Jual Beli Online) menjajakan barang dagangan masing-masing di tempat yang tersedia. Komunitas binaan UMK yang baru berdiri kurang dari satu tahun tersebut sudah dua kali memeriahkan acara wisuda di UMK. Agus Supriyanto, Koordinator komunitas Pasar Tiban JBO menuturkan bahwa tujuan komunitas ini adalah untuk meningkatkan perekonomian para pedagang yang tergabung sebagai anggota.
                “Pedagang di komunitas ini juga tidak harus berprofesi asli sebagai seorang pedagang. Ada yang bekerja di bidang lain, namun di sini merangkap menjadi pedagang.Kita berjualan seperti ini juga bertujuan untuk mengenalkan produk kita,” jelas Agus. Ia juga menambahkan bahwa syarat paling utama untuk bergabung di komunitas Pasar Tiban JBO adalah harus bisa berjualan meskipun profesi aslinya bukan pedagang, dan harus memiliki produk untuk dipasarkan.
Nina, salah seorang pedagang anggota komunitas Pasar Tiban JBO pun mengutarakan bahwa keberadaan mereka di acara wisuda dikarenakan mendapat informasi dari sesama pedagang. Harga yang dibandrol untuk dagangannya pun sama dengan harga jualan pada hari-hari biasa.
                Selain komunitas Pasar Tiban JBO, para pedagang kaki lima pun ikut membuka lapak menyambut keramaian acara wisuda yang diadakan selama dua hari. Sayangnya, ada beberapa pedagang kaki lima yang tidak memiliki surat ijin resmi. Suwito, Komandan Satpam UMK menjelaskan bahwa para pedagang kaki lima yang tidak memiliki ijin tetap diperbolehkan untuk berdagang selama acara berlangsung.
                “Mereka yang tidak memiliki ijin biasanya langsung ikut bergabung untuk berjualan. Sementara waktu kita toleransi lah, karena ini mengangkut masalah kemanusiaan. Kecuali jika nanti ada perintah khusus dari pimpinan bahwa pedagang dari luar tidak boleh masuk, ya kita tegakkan sesuai perintah pimpinan,” tutur Suwito. (Lev/Roem)
Powered by Blogger.