Taklukkan Kerasnya Teknik Jadi Wisudawan Terbaik

Baca Juga


Pena Kampus-Mendapat predikat wisudawan terbaik tentunya menjadi hal yang diimpikan para mahasiswa di akhir studi mereka. Dengan berbekal predikat ini, mereka dapat lebih mudah mencari pekerjaan maupun melamar beasiswa guna melanjutkan studinya. Tak ketinggalan juga dengan predikat ini, para mahasiswa dapat membanggakan orang tua yang telah bekerja keras demi membiayai studinya.
Dok. Pribadi

Begitu halnya yang dirasakan Ayuk Atika, Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Muria Kudus. Dengan total IPK 3,82 alias pangkat lulus dengan pujian atau yang lebih dikenal dengan cumlaude. “Lulus dengan predikat cumlaude apalagi di teknik, ya sangat puas,” ungkapnya saat ditanya tentang perasaannya yang lulus dengan predikat cumlaude.
Perempuan kelahiran Pati 27 juli 1996 ini mulai memasuki dunia perkuliahan pada tahun 2014. Saat itu alasannya memilih jurusan Sistem Informasi adalah karena keinginannya sendiri serta dorongan dan kepercayaan dari orang tuanya. Namun setelah menjalani perkuliahan ia sempat merasa salah jurusan dikarenakan perbedaan kurikulum yang diterapkan dengan yang ia ketahui. “Merasa salah jurusan pernah, soalnya pas aku browsing SI (SistemInformasi) di UMK dan Univ lain beda. Perbedaan kurikulum, soalnya aku pikir lebih cenderung kepembuatan game. Pernah aku tanya sama Pak Roedy ka progdi SI UMK dulu, disini lebih ditonjolkan ke program,” jelasnya.
Seiring berjalannya waktu perasaan salah jurusan itu mulai ia kesampingkan. Ia memilih aktif mengikuti organisasi yang ada di UMK diantaranya Himpunan Mahasiswa SI dan BEM Fakultas Teknik. Karena kesibukannya berorganisasi dan kuliah tentunya rasa jenuh dan malas pernah ia alami, namun ia punya cara tersendiri untuk mengatasinya. “Buat pesan di kamar ‘Segera selesaikan dan jangan tunda’. Tulis yang besar disamping tembok, saat terbangun melihat tulisan itu saya jadi semangat lagi,tuturnya.
Selama hampir 4 tahun menempuh studi, tentu saja banyak suka dan duka yang dialami gadis berusia 22 tahun ini. “Susahnya, susah banget. Ketika salah satu dosen sikapnya agak berbeda gak seperti sikap biasa sama saya, alias ngecewain gitu. Senengnya, alhamdulillah dapat banyak teman yang baik banget,jelasnya. Saat ditanya rencana setelah lulus ia dengan mantap menjawab “Kerja plus cari beasiswa!”
Semangat dan dedikasinya berbuah manis, ia berhasil lulus dengan predikat wisudawan terbaik dengan judul skripsi “Sistem Informasi Pengelolaan Pelatihan dan Kursus Berbasis Web Responsive pada LPK Nida Course Kudus”
 “Saya berharap apresiasi untuk mahasiswa terbaik, semisal diberikan per fakultas. Selain itu juga diberikan akses untuk beasiswa S2. Untuk saran, ini pengalaman saya ya. Saat pemberkasan di BAAK berkas saya udah rapi, udah terkumpul semua tapi pas dicek hilang satu. Nada marah dan mempermalukan didepan mahasiswa lain itu tidak patut. Soalnya pas saya udah pasrah malah berkasnya ada disamping petugas dan berserakan. Tolong lebih ditingkatkan lagi kualitas pegawai yang cross check,” Tutupnya. (Kindy/Dii)
Powered by Blogger.