MENGETAHUI SANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG MELALUI "IBU"

Baca Juga



Semua insan manusia mengetahui bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Namun, dari manakah kita mengetahui dan bisa mengenal bahwa DIA-LAH Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang???
Tak sedikit yang menjawab :
“Kita bisa mengetahuinya dari semua karunia yang di berkahkan kepada seluruh makhluk,”
“Melalui manusia yang diberikan nyawa dan kehidupan, akal, pikiran serta rasa yang mebedakannya dari makhluk ciptaan yang lain,”
“Melalui penciptaanNYA terhadap seluruh alam semesta,”
Dok. Pribadi
Terlampau jauh jika kita memikirkan hal tersebut untuk mengetahui Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebenarnya, sudah ada di depan mata kita untuk bisa memahami dan mengenal bahwa Allah Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan akan mampu meningkatkan keimanan manusia terhadap Sang Khaliq.
Lalu dari mana ????
Dari IBU kita bisa mengenal Sang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Ibu adalah seorang wanita yang melahirkan kita di dunia. Beliau mengandung selama 9 bulan lebih dan mempertaruhkan nyawa dalam proses kelahiran. Tidak peduli bagaimana sakitnya beliau tetap bertahan dan tetap berjuang tanpa mepedulikan keselamatannya sendiri. Setelah proses kelahiran beliau pun tak mempedulikan dirinya sendiri dengan merawat putra-putrinya dengan penuh kasih dan sayang bahkan rela untuk tidak tidak makan asal putra putrinya kenyang, rela untuk tidak belanja dan membeli baju asal putra-putrinya kecukupan serta tanpa pamrih lebih memilih membanting tulang dan bercucuran darah dan air mata asal putra-putrinya mengenyam pendidikan sampai jenjang tertinggi dan menjadi orang yang sukses.
                Sepenggal kisah di atas adalah bagian perjuangan ibu yang menjadikan ibu begitu mulia posisi dan perannya dalam kehidupan seluruh insan manusia. Hal tersebut merupakan setitik bentuk kasih sayang seorang ibu terhadap putra-putri kesayanganya. Melalui kasih sayang ibulah, kita bisa mengenal dan memahami Kasih dan Sayang dari Sang Maha Segalanya. Kita bisa hidup di dunia dan merasakan keindahan Dunia melalui Ibu yang telah melahirkan kita. Tanpanya kita tidak akan bisa menapakkan kaki dan melangkah lebih jauh untuk mencapai cita-cita.
Ibu adalah dunia dan surga kita.
Sejak dalam kandungan, kasih sayangnya mengalir tanpa henti, susah payah dengan perutnya yang semakin membesar tak pernah dikeluhkannya namun di lalui dengan senyuman. Setelah lahir, memberikan kasih sayang dengan menyusui kurang lebih dua tahun. Tanpa mempedulikan bentuk badanya yang berubah, sesibuk apapun tetap akan mengalirkan air dari surga firdaus melalui Asi. Ketika menyusui, sang ibu melepaskan kasih sayangnya kepada Sang buah hati. Tidak hanya sekedar menggugurkan dan memenuhi kewajibannya sebagai seorang ibu, tidak juga karena menginginkan anaknya menjadi cerdas dan kuat dengan memberikan asi eksklusif dan juga bukan pula karena memenuhi kodratnya sebagai seorang wanita yang sempurna yang telah melahirkan generasi, akan tetapi dalam proses menyusui seorang ibu memberikan pembelajaran dan pendidikan akan kasih sayang. Perjalanan menyususi dengan kasih sayang ini sebenarnya menjadi doa panjang umur karena kasih sayang bukan karena menginginkan pahala atau panjang umur dan menghapus dosa namun karena tidak ingin terputus dari kasih sayang ibu. Dan itulah salah satu bukti nyata bahwa Sang Pencipta memanglah Maha Pengasih dan Maha Penyayang melalui kasih sayang seorang IBU.
Lalu sudah bisakah kita mengimbangi kasih sayang ibu?
Ketika di minta membantu tidak beralasan sibuk dengan rutintas kuliah dan pekerjaan lain, ketika sedih dan membutuhkan sesuatu tanpa beliau berkata apapun kita bisa merasakannya, tanpa membentak atau mengeluarakan kata-kata dengan nada tinggi, atau bahkan tidak menghidarinya karena beliau selalu bawel dan marah-marah. Ketika ditanya oleh ibu sudah makan atau belum atau kapan pulang, tanpa nada kesal kita menjawanya.
Ibu adalah sosok yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Ibu memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan keluarga. Ibu adalah penyanggah dan penguat sebuah keluarga. Ibu penuh kasih dan sayangnya memiliki posisi yang paling urgent dan fundamental. Tanpa adanya ibu sebuah keluarga akan hancur dan berantakan. Tanpa ibu kita tidak akan bisa menjadi apapun di dunia ini. Tanpa ibu kita tidak akan bisa mengenal Sang Pencipta.
Ibu, mamah, mami, bunda, mamak.
Adalah pintu dunia dan akhirat kita. Jangan sia-siakan Beliau selagi masih ada di samping kita. Jangan sampai  kita menyesal ketika beliau sudah di panggil Sang Pencipta. Berbakti tidak hanya dalam bentuk mencukupi semua kebutuhan duniawi saja. Namun, dengan bisa memenuhi kebutuhan akan rasa yang selalu dibutuhkan dan dirindukan olehnya. Dengan memberikan perhatian, menanyainya sudah makan atau belum, membuatkan sesuatu yang disukainya, selalu mendekatkan diri dan memahami semua yang sedang dirasakannya dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk menunjukkan bakti kita. Tanpa pamrih apapun. Dengan senyuman dan dengan keikhlasan karena IBU adalah surga dunia akhirat kita.
Selamat hari ibu. Peluk dan ciumlah IBU selagi masih bisa kita rasakan aliran kasih sayangnya yang tak terputus di dunia ini. Dan kuatkanlah keimanan kita dengan mengenal Sang Maha Pengasih melalui bakti dan kasih serta sayang kita kepada IBU.

Penulis : Rihma Hidayati
Powered by Blogger.